Baru Direhab, Plafon SDN 3 Semaya Ambruk

Supardi • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:57 WIB

 

BANGUNAN BARU: Sejumlah siswa SDN 3 Semaya sedang belajar di ruang kelas baru mereka yang sudah ambruk plafonnya.
BANGUNAN BARU: Sejumlah siswa SDN 3 Semaya sedang belajar di ruang kelas baru mereka yang sudah ambruk plafonnya.  

LombokPost-Plafon ruang kelas dan teras SDN 3 Semaya, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, ambruk meski bangunan baru digunakan pada 2025 setelah direnovasi.

Rehabilitasi sekolah yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2024 itu menelan anggaran hampir Rp 2 miliar.

“Anggaran rehabilitasi sekolah ini hampir menyentuh Rp 2 miliar, jumlah pastinya saya kurang begitu ingat,” terang Kepala SDN 3 Semaya Usnan, Senin (19/10).

Anggaran renovasi itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024 yang diperuntukkan bagi renovasi tujuh ruang kelas, tiga kamar mandi, dan ruang guru.

Kemudian, pembangunan ruang baru perpustakaan dan laboratorium sekolah.

Baca Juga: Warga Bisa Gugat Pemerintah Soal Sekolah Rusak

Kata dia, pengerjaan mulai dilakukan pada akhir 2024 dengan masa pengerjaan selama enam bulan. Gedung itu mulai aktif digunakan untuk belajar oleh siswa pada 2025.

“Renovasi ini dikerjakan tiga CV. Satu CV renovasi ruang guru, satu CV membangun perpustakaan dan laboratorium. Kemudian satu CV untuk renovasi kelas. Jadi lain-lain yang kerjakan,” katanya.

Disebutkan, kerusakan mulai terjadi pada awal Oktober lalu, dimulai dari plafon teras kelas V, teras gudang, kemudian disusul plafon ruang kelas IV.

Kerusakan kembali terjadi pada Jumat (16/10) pagi di teras kelas I dan II.

Baca Juga: Rumah, Sekolah, dan Gereja Rusak, Picu Tsunami Kecil Pasca Gempa Filipina M7,8

Beruntung, saat plafon-plafon itu ambruk, kondisi sekolah masih sepi dan anak-anak sedang bersih-bersih di lapangan sehingga tidak memakan korban jiwa.

Setelah kejadian itu, pihak sekolah langsung melaporkannya kepada pengawas, UPTD Dikbud Sikur, dan kontraktor, terutama yang bertugas merenovasi tujuh ruang kelas.

Kata dia, pihak kontraktor siap membantu perbaikan plafon yang rusak.

Bahkan, pihak kontraktor juga telah mengirimkan tim untuk mengukur kebutuhan bahan.

Namun, biaya pemasangan akan ditanggung pihak sekolah. Hal itu dikarenakan kerusakan terjadi setelah melewati masa pertanggungjawaban.

Baca Juga: Bupati Lotim Laporkan Kondisi Sekolah Rusak ke Menteri Pendidikan

“Bahasanya menyumbang, bukan untuk bertanggung jawab. Karena kata mereka sudah lewat enam bulan setelah pekerjaan rampung, atau sudah lewat masa pertanggungjawaban,” jelasnya.

Usnan menyebutkan, dirinya tidak mengetahui secara pasti penyebab kerusakan itu.

Namun, jika melihat jarak waktu sejak renovasi sekolah yang masih baru, seharusnya bangunan itu saat ini belum rusak.

Sebelum direnovasi, kondisi sekolah itu diakui cukup memprihatinkan. Kerusakan terparah terdapat pada bagian atap sehingga membuat kelas bocor di sejumlah bagian.

Baca Juga: Pemkab Lotim Kolaborasi dengan NGO Bangun Sekolah Rusak

Sementara itu, Sekretaris Dikbud Lotim Lalu Bayan Purwadi menyampaikan, pihaknya akan menelusuri penyebab kerusakan plafon SDN 3 Semaya dan memeriksa kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis.

“Kita juga akan sesuaikan jumlah anggaran, termasuk kualitas pekerjaannya seperti apa. Itu nanti menjadi dasar kita menentukan langkah selanjutnya. Itu dibangun tahun 2024 dan digunakan 2025, kita akan telusuri nanti,” tandasnya. (par/r7)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Sekolah plafon sekolah rusak SDN ambruk