Bulog NTB Bakar Semangat Hari Pangan! 400 Kali Pasar Murah Diguyur Ribuan Ton Beras dan Minyak

LombokPost – Perum Bulog Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) terus tancap gas mengamankan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok di tengah masyarakat.
Momen Hari Pangan Sedunia dimanfaatkan betul untuk memperluas jangkauan Gerakan Pangan Murah (GPM) demi memastikan kebutuhan pangan warga terpenuhi dengan harga miring.
Wakil Pimpinan Wilayah (Wapimwil) Perum Bulog NTB, Sri Rejeki Lestari, menegaskan bahwa penyerapan dan penyaluran bahan pokok murah ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Baca Juga: GPM Masuk Desa, Warga Serbu Pangan Murah
"Gerakan Pangan Murah dilaksanakan dalam rangka Hari Pangan Sedunia sebagai bentuk kehadiran pemerintah. Tujuannya memastikan ketersediaan pangan cukup, harga terjangkau, serta kualitasnya tetap terjaga," ungkap Sri Rejeki.
Komitmen tersebut bukan sekadar wacana. Sepanjang Januari hingga Oktober saja, Bulog NTB tercatat telah menggelar hampir 400 kali operasi pasar murah hasil sinergi erat bersama pemerintah daerah, termasuk Dinas Ketahanan Pangan dan Disperindag.
Intervensi pasar ini dipastikan berlanjut tanpa henti hingga pengujung tahun.
Guyur 9 Titik, Patok Harga Beras dan Minyak Miring
Khusus pada momentum peringatan Hari Pangan Sedunia yang diselenggarakan marathon di sembilan titik lokasi, Bulog NTB menggelontorkan stok pangan dalam jumlah masif.
Guna meredam gejolak harga, Bulog menyiapkan sekitar 30.000 liter minyak goreng, 20 ton beras, serta 2 ton gula pasir. Patokan harganya pun dipatok ketat di bawah eceran tertinggi.
Beras SPHP: Dijual maksimal Rp12.500 per kilogram.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




