Berkunjung ke Agro Wisata Anggur Desa Surabaya

Supardi • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:59 WIB
PETIK ANGGUR: Sejumlah pengunjung sedang memetik buah anggur di agro wisata anggur Desa Surabaya, Kecamatan Sakra Timur.
PETIK ANGGUR: Sejumlah pengunjung sedang memetik buah anggur di agro wisata anggur Desa Surabaya, Kecamatan Sakra Timur.

LombokPost-Gantungan buah anggur aneka warna bergelayut rapat di bawah naungan jaring peneduh.

Bulir-bulir matang berwarna merah, hijau, hingga kehitaman tampak segar tersorot matahari, mengundang decak kagum puluhan orang yang datang berkunjung.

Di sela deretan pohon yang rindang, aroma manis buah tercium lembut di udara.

Para pengunjung tampak antusias mengabadikan momen di bawah rimbunnya buah, sementara sebagian lainnya sabar menanti giliran untuk memetik dan mencicipi buah langsung dari tangkainya.

Suasana hangat itu berlangsung di kompleks agro wisata petik anggur Dusun Lede.

Daya tarik rasa buah yang manis dan melimpah membuat perkebunan seluas sembilan are ini tak pernah sepi pengunjung setiap kali masa panen tiba.

Baca Juga: Ada Wisata Keren di Praya, Petik Buah Anggur

Di balik rimbunnya kebun tersebut, ada sosok Jung yang dengan tekun merawat setiap jengkal tanaman. Langkah Jung membangun agro wisata ini bermula dari hal sederhana, yakni kegemarannya bercocok tanam di halaman rumah. Secara mandiri dan belajar otodidak.

"Awalnya hanya menanam 5 hingga 6 batang pohon skala rumahan. Setelah dirawat hingga usia 6 bulan, saya coba pangkas untuk pembuahan pertama. Ternyata semua varian yang dicoba berbuah," terang Jung, Selasa (19/10).

Keberhasilan kecil di pekarangan rumah itu menumbuhkan keberanian baru bagi Jung. Ia memutuskan memperluas area tanam ke lahan sembilan are, sembari menyeleksi sekitar 30 varietas anggur yang didatangkan dari berbagai sumber.

Baca Juga: Wujudkan Kampung Wisata Anggur di Desa Ketara Pujut, Ajak Masyarakat Menanam di Pekarangan Rumah

Alam dan cuaca setempat menjadi penyaring alami bagi koleksi tanamannya. Dari puluhan jenis tersebut, kini tersisa sekitar 20 varietas yang terbukti tangguh beradaptasi dengan kondisi iklim setempat.

"Jenis Jupiter paling dicari dan diminati pengunjung, karena dia punya aroma yang unik, dibandingkan dengan anggur-anggur yang lain, seperti bubble gum," kata Jung sembari memperlihatkan dompolan buah yang mulai ranum.

Kini, usaha agro wisata petik anggur yang dirintisnya telah menapaki usia empat tahun perjalanan. Perkembangan kebun ini pun turut mengerek nilai jual hasil panen buah anggur miliknya secara bertahap.

Baca Juga: Aipda Firman Eka Jayadi, Sosok Peraih Gelar Polisi Inovasi yang Mengembangkan Perkebunan dan Jadi Penyuluh Budidaya Anggur

Meski demikian, kebun ini tidak sekadar menjadi tempat transaksi jual beli buah segar. Jung sengaja membuka pintu kebunnya lebar-lebar sebagai ruang belajar terbuka bagi siapa saja yang ingin mengenal seluk-beluk budidaya anggur.

"Kebun ini sekaligus menjadi sarana promosi dan edukasi bagi masyarakat yang ingin belajar menanam anggur," terangnya dengan nada bersahaja.

Untuk menjaga produktivitas lahannya, Jung menerapkan pola tanam tumpang sari yang cermat. Di sela-sela tegakan pohon anggur, ia turut membudidayakan cabai, semangka, dan timun suri yang memberikan ragam hasil panen di satu hamparan tanah.

Baca Juga: Geluti Budi Daya Anggur Dua Tahun, Petani asal KLU Raup Jutaan Rupiah saat Panen

Pemanfaatan lahan yang efektif tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh para pengunjung. Kiki Oriski, salah seorang pengunjung, mengaku takjub saat melangkah menyusuri lorong-lorong kebun anggur tersebut.

Kiki mengaku kedatangannya kali ini adalah kunjungan yang kedua karena terpikat oleh kesegaran buah dan suasana kebun yang asri. Selain berwisata, ia memanfaatkan waktu berkunjung untuk menyerap ilmu budidaya langsung dari sang pemilik.

"Selain dapat buah segar kita juga dapat ilmu cara perawatan anggur yang baik, InsyaAllah ada keinginan untuk budi daya di rumah," tutur Kiki. (*/r7)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
petik anggur agro wisata wisata Lotim anggur