Penyakit Jantung Intai Usia Muda

Supardi • Dipublikasikan Senin, 26 Oktober 2026 | 19:49 WIB
SENAM SEHAT: Sekda Lombok Timur saat mengikuti senam bersama OPD dan masyarakat dalam rangka memperingati hari kesehatan jantung sedunia.
SENAM SEHAT: Sekda Lombok Timur saat mengikuti senam bersama OPD dan masyarakat dalam rangka memperingati hari kesehatan jantung sedunia.

LombokPost-Penyakit jantung yang sebelumnya identik dengan kelompok usia lanjut kini juga banyak ditemukan pada usia yang jauh lebih muda. Kondisi ini menjadi perhatian Yayasan Jantung Indonesia (YJI) NTB yang mengingatkan masyarakat untuk mengutamakan pencegahan melalui penerapan pola hidup sehat.

“Upaya merawat kesehatan ini tidak bisa berjalan sendiri, tapi dibutuhkan kolaborasi dan kerja sama serta sinergi lintas sektor yang erat,” terang Sekda Lotim M Juaini Taofik saat peringatan Hari Jantung Sedunia 2026, Minggu (25/10).

Komitmen pemda sangat dibutuhkan dan menjadi fondasi utama dalam membangun kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat. Peran aktif Dinas Kesehatan juga dibutuhkan untuk menggerakkan ekosistem dan komunitas kesehatan di tengah masyarakat.

Baca Juga: Pasang Ring Jantung Kini Bisa di RSUD Selong

Kata dia, jantung memiliki peran vital dalam tubuh manusia sehingga kesehatannya perlu dijaga dengan menerapkan pola hidup sehat, rutin berolahraga, menjaga asupan gizi seimbang, hingga memastikan waktu istirahat yang cukup.

“Alhamdulillah, ada kabar baik buat masyarakat Lotim saat ini, di mana sudah ada peningkatan fasilitas dan layanan medis di Lotim, terutama untuk pasien jantung,” katanya.

Saat ini, masyarakat yang membutuhkan tindakan medis khusus seperti pemasangan ring atau operasi jantung tidak perlu lagi dirujuk ke RSUD Provinsi NTB di Mataram maupun ke luar daerah. Tindakan itu sudah dapat dilakukan di RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Baca Juga: KALDU PKV Bantu Warga Bonjeruk Deteksi Risiko Penyakit Jantung

Sementara itu, Ketua Harian Yayasan Jantung Indonesia (YJI) NTB Lalu Hamzi Fikri menekankan pentingnya langkah pencegahan di tengah pergeseran gaya hidup modern yang memicu penyakit jantung di usia yang semakin muda.

“Momentum Hari Jantung Sedunia ini adalah saat yang paling tepat untuk saling mengingatkan betapa pentingnya kesehatan jantung. Prinsip pencegahan harus diutamakan,” tegasnya.

Ia menggarisbawahi adanya perubahan pola penyakit di masyarakat. Jika sebelumnya penyakit jantung identik dengan kelompok usia lanjut atau usia 40 hingga 50 tahun ke atas, kini kasus gangguan jantung telah bergeser dan banyak ditemukan pada usia yang jauh lebih muda.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Gelontorkan Rp100 Triliun Lebih untuk Biayai Penyakit Jantung

Kondisi ini, kata dia, tidak terlepas dari pergeseran gaya hidup serba praktis dan instan di tengah masyarakat. Penyakit jantung bersama dengan hipertensi dan diabetes mendominasi jajaran 10 penyakit terbanyak.

“Karena itu, gerakan bersama untuk mengajak masyarakat kembali menerapkan pola hidup sehat menjadi kebutuhan yang cukup mendesak,” katanya. (par/r7)

Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Lombok Post
Kesehatan Jantung jantung RSUD Selong Lotim sehat