
LombokPost - Tim Unit Reaksi Cepat Polresta Mataram meringkus 10 pemuda yang diduga terlibat aksi pembacokan di Kota Mataram. Kelompok ini ditangkap karena sering melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban umum.
"Saat ini 10 anak-anak itu masih kami lakukan interogasi," ujar Kasatreskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP. Ia menyebut penyidik masih terus mendalami kasus ini untuk memburu pelaku lain yang diduga masih berkeliaran.
Sebagian besar pelaku merupakan remaja berusia 14 hingga 17 tahun, sementara satu orang lainnya berusia 21 tahun. Mereka umumnya berasal dari Desa Gunungsari dan Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat.
Peristiwa penganiayaan diduga terjadi di kawasan Jalan Udayana dan Punia, tepatnya di depan Boxi.
Sementara, insiden di depan Epicentrum dipastikan bukan merupakan tindak penganiayaan, melainkan seorang rekan pelaku yang terjatuh dari motor saat konvoi.
Berdasarkan pengakuan kepada penyidik, para pelaku sempat mengonsumsi minuman keras sejak pukul 22.00 hingga 02.00 Wita. Mereka kemudian melakukan konvoi keliling kota sebelum melancarkan aksi pembacokan.
Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita dua senjata tajam sebagai barang bukti. Hingga saat ini, tim kepolisian masih menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku lainnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




