Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

KPOTI Jadi Wadah Pelestarian, Terus Berinovasi dalam Bidang Edukasi 

Lombok Post Online • Sabtu, 20 Desember 2025 | 10:25 WIB
SELODOR: Beberapa siswa bermain selodor di lapangan Sangkareang, Kota Mataram, belum lama ini. Selodor kini dijadikan salah satu praktik untuk murid di beberaoa sekolah.
SELODOR: Beberapa siswa bermain selodor di lapangan Sangkareang, Kota Mataram, belum lama ini. Selodor kini dijadikan salah satu praktik untuk murid di beberaoa sekolah.

LombokPost - Meski kian meredup namun permainan tradisional masih tetap tampil di sejumlah event. Untuk menjaga kelestarian permainan tradisional munculah Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) NTB.    

Lahirnya KPOTI NTB tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang gerakan pelestarian permainan rakyat dan olahraga tradisional di Indonesia secara nasional.

Akar sejarahnya bermula pada tahun 2014, ketika para penggiat dari berbagai daerah mendirikan Komunitas Olahraga Tradisional Indonesia (KOTI) sebagai wadah perjuangan untuk menghidupkan kembali permainan leluhur, memperkuat identitas bangsa, serta memajukan kebudayaan melalui aktivitas berbasis kearifan lokal.

Tonggak besar terjadi pada 8–11 Desember 2019, ketika ratusan pegiat permainan rakyat dari seluruh provinsi, komunitas, perajin, hingga paskibraka berkumpul di kaki Gunung Salak, Bogor.

Pertemuan nasional yang didukung oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini melahirkan momentum transformasi historis, KOTI berevolusi menjadi KPOTI.

Dalam momentum bersejarah itu, hadir pula perwakilan dari NTB yakni Yadi Imansyah (UNU NTB), yang kemudian menerima mandat langsung untuk membentuk KPOTI di tingkat provinsi. Sepulang dari Munas Bogor, melalui kerja mandiri dan kolaborasi berbagai pihak, KPOTI NTB resmi berdiri pada tahun 2019 dengan struktur kepengurusan lengkap.

Untuk periode 2019–2025, kepemimpinan diamanahkan kepada Baiq Mulianah sebagai Ketua dan Yadi Imansyah sebagai Wakil Ketua.

Sejak kelahirannya, KPOTI NTB menjadi motor penggerak pelestarian permainan rakyat di daerah. NTB menjadi salah satu provinsi yang paling aktif berinovasi dan berkolaborasi.

Bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, KPOTI NTB melaksanakan berbagai program strategis. 

KPOTI NTB juga berhasil melakukan pendataan lebih dari 170 permainan rakyat beserta dokumentasi video, yang kemudian dilombakan secara resmi. ”Atas kontribusi nyata tersebut, KPOTI NTB dianugerahi Anugerah Kebudayaan Tahun 2022,” ujar Wakil Ketua KPOTI NTB Yadi Imansyah.

Yadi menjelaskan memasuki tahun 2022 hingga kini, KPOTI NTB terus memperkuat identitas daerah melalui pengembangan olahraga berbasis permainan rakyat NTB. Beberapa inovasi penting berhasil lahir, antara lain olahraga palentong dari Rabanga Sumbawa, Mpaa Banga dari Bima, dan Beloncek Lekong dari Lombok.

Selain itu, KPOTI NTB terus berinovasi dalam bidang edukasi melalui program “Alo Main”, sebuah inisiatif kreatif berupa board game, workshop, edukasi, dan pengembangan permainan berbasis kearifan lokal. Program ini menyasar anak-anak, siswa, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum, sehingga permainan rakyat tidak hanya dipertahankan, tetapi juga direvitalisasi sesuai konteks zaman.

Dengan jejak perjalanan tersebut, KPOTI NTB berdiri sebagai garda terdepan dalam menjaga warisan permainan rakyat sebagai identitas budaya, sarana pendidikan karakter, dan ruang tumbuhnya kreativitas generasi muda NTB. (puj/r8/r3)

Editor : Prihadi Zoldic
#KOMITE #kearifan lokal #pelestarian #permainan #tradisional