MATARAM-Tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) membatasi kuota atlet. Regulasi itu menjadi kabar buruk bagi cabang olahraga (Cabor) pencak silat.
Atlet yang diperbolehkan turun pada ajang dua tahunan itu hanya finalis Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil). Sementara atlet yang meraih juara tiga tidak diperkenankan berlaga di Popnas.
Pelatih cabor pencak silat Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) NTB Salabi mengatakan, regulasi itu merugikan NTB. Ada beberapa atlet andalan tak bisa turun akibat regulasi itu. ”Salah satunya Nizam Rahmatullah,” kata Salabi kepada Lombok Post, kemarin (25/3).
Atlet yang dibina di Ragunan itu tidak dapat bermain di Popnas. Di Popwil dia hanya berada di peringkat ketiga. “Saya tekan dia (Nizam, Red) tidak bermain ngotot di semifinal karena dia dalam keadaan cedera. Bagi saya yang penting Nizam memastikan diri dulu lolos ke Popnas,” ujarnya.
Menurutnya, Nizam sebenarnya memiliki potensi untuk lolos ke final. Lawan yang dihadapi kemampuannya di bawah Nizam. ”Saya harapkan Nizam tampil di Popnas. Tetapi, karena regulasi berubah, Nizam tidak bisa turun. Kita rugi,” ulangnya lagi.
Sebelumnya, pada technical meeting Popwil lalu diputuskan, yang dapat tampil di Popnas hanya finalis dan juara tiga. Sehingga, total ada sembilan pesilat NTB yang bakal tampil di Popnas. ”Kita sudah genjot kemampuan semua atlet yang lolos secara khusus,” ujarnya.
Karena ada regulasi itu, total hanya enam pesilat NTB yang bakal tampil di Popnas. Terdiri dari dua pesilat putri dan empat putra. Yaitu, Yuliana (Kelas A Putri), Salsabila (kelas C Putri), Ikbal Anugrah (kelas D Putra), Muhammad Fadila (kelas B Putra), M Taufiq (kelas G putra), dan Dimas Rezki (kelas H putra).
Salabi mengatakan, dengan regulasi itu persaingan di Popnas nanti cukup ketat. Yang turun merupakan pesilat terbaik pada Popwil lalu. ”Untuk itu, atlet kita harus lebih sigap lagi menghadapi pertandingan. Karena yang dihadapi adalah pesilat finalis di masing-masing perwakilan wilayah,” tegasnya.
Semua atlet memiliki peluang yang sama untuk meraih medali. NTB menaruh harapan besar kepada enam pesilat itu untuk menyumbangkan medali di Popnas.
Perhelatan Popnas dilakukan Oktober mendatang. Mereka masih memiliki waktu enam bulan untuk mempersiapkan diri dengan matang. ”Mudahan mereka bisa tampil maksimal di Popnas nanti,” harapnya. (arl/r10)
Editor : Administrator