”Kita sudah dapat kepastian anggaran KONI NTB untuk 2021 dari pihak yang berkompeten. Meskipun belum ada hitam diatas putihnya,” ujar Ketua KONI NTB H Andy Hadianto.
Andy menambahkan, anggaran untuk KONI NTB pada 2021 Rp 3 miliar. Sudah adanya kepastian jumlah anggaran tersebut, pihaknya belum bisa memutuskan kelanjutan Pelatda PON.
Nasib Pelatda PON akan diputuskan pada rapat kerja anggota yang akan digelar 16 Januari mendatang. ”Yang bisa memutuskan pelatda berhenti atau lanjut adalah rapat anggota yang akan dilakukan Januari nanti,” tuturnya.
Selama menunggu rapat anggota ini, atlet-atlet dikembalikan ke pengprov cabor masing-masing. Pengprov cabor kemudian diberikan dukungan anggaran untuk melakukan pemusatan latihan selama satu bulan.
”Jadi Pelatda PON kita pending sampai rapat anggota nanti. Apakah lanjut atau ada pilihan lain nanti tergantung hasil rapat. Keputusannya berlaku per 1 Februari,” jelasnya.
Andy mengatakan, pola pemusatan latihan memiliki sisi positif yang berbeda. Baik itu dilakukan secara desentralisasi oleh cabor atau sentralisasi oleh KONI NTB.
Jika dilakukan secara desentralisasi oleh cabor tidak terlalu menyedot banyak anggaran. Karena atlet bisa saja tidak tinggal di asrama dan pulang ke rumah masing-masing.
Plt Kepala Dispora Surya Bahari mengatakan, dari hasil rapat tadi atlet-atlet akan dikembalikan ke pengprov masing-masing selama sebulan. Sehingga yang bertanggung jawab pada atlet adalah pengprov cabor.
”Jika ada atlet yang masih mau tinggal di tempat yang sekarang maka pengprov harus bersurat lagi ke Dispora,” katanya.
Misalnya atlet panjat tebing yang kini tinggal di Gelanggang Pemuda dan Olahraga ingin tetap tinggal di sana, maka cabornya bersurat ke Dispora NTB selaku pengelola sarana.
Terkait anggaran untuk cabor selama sebulan menangani atletnya, Surya mengatakan subsidi anggaran tersebut disesuaikan dengan aturan yang ada. Mekanismenya, cabor ajukan ke KONI NTB, kemudian KONI NTB meneruskan ke Dispora NTB untuk diverifikasi.
”Intinya selama sebulan cabor yang akan mengurus atletnya secara langsung,” katanya.
Terkait anggaran untuk KONI NTB tahun 2021, Surya mengatakan memang yang tertera sekitar Rp 3 miliar. Untuk kepastian jumlah akhirnya harus menunggu surat dari Bappeda NTB. ”Yang tertera di sana Rp 3 miliar. Ya satu atau dua minggu sudah final anggarannya,” jelasnya.
Surya tidak menampik jika anggaran Rp 3 miliar sangat kurang untuk kebutuhan PON Papua. Namun masih ada jalan lain untuk memperoleh tambahan anggaran bagi KONI NTB. Seperti APBD Perubahan.
”Hampir semua provinsi mengalami ini. Karena tidak ada yang bisa memastikan pandemi ini kapan berhentinya,” tuturnya.
Ketua Pengprov Kodrat (Keluarga Olahraga Tarung Derajat) NTB H Rusni mengatakan, pihaknya akan mengikuti apa yang menjadi hasil rapat dan sudah diputuskan tersebut.
Rusni berharap seluruh pihak di sektor olahraga tidak saling menyalahkan. Karena seluruh insan olahraga ini berinvestasi untuk berprestasi. ”Sekarang tugas kita adalah menjaga psikis atlet-atlet. Jangan sampai mereka terganggu,” katanya. (puj/r8) Editor : Islamuddin