Pada pertandingan babak pertama, kedua tim bermain dengan tempo lamban. Mereka belum berani bermain terbuka. Meskipun mendapatkan beberapa peluang, kedua tim tidak mampu memaksimalkannya menjadi gol. Babak pertama berakhir tanpa gol.
Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat. Mereka lebih berani menyerang dan menciptakan peluang. Tetapi banyak peluang yang terbuang. Satu-satunya gol baru tercipta di menit 53. Gol ini dicetak penyerang Perslobar Bina Afrianda.
Bina yang lolos dari penjagaan pemain bertahan PS Daygun melesahkan tendangan yang tidak bisa ditepis penjaga gawang PS Daygun Sultan Nauval. Satu gol Bina ini juga mengantarkan dirinya menjadi top skorer Piala Soeratin U-15 dengan lima gol.
Perslobar melaju ke final setelah mengalahkan PS Fatahillah 354 di babak delapan besar. Kemudian di babak semifinal, Perslobar mampu mengalahkan rival abadinya PS Mataram. Sementara PS Daygun yang menjadi kuda hitam lolos ke babak final setelah mengalahkan PSLT Lombok Tengah dan Persisum.
"Selamat untuk tim yang menjadi juara. Tim yang lain juga sudah menunjukkan permainan sportiv dan bagus," kata Ketua Asprov PSSI NTB Mori Hanafi.
Setelah Piala Soeratin U-15, kompetisi masih dilanjutkan untuk kategori lainnya. Seperti Piala Soeratin U-13 yang akan diikuti 13 tim. Sedangkan Piala Pertiwi akan diikuti empat tim putri. "Rangkaian kompetisi ini menjadi program rutin Asprov untuk membina pesepakbola NTB," pungkasnya. (puj/r8) Editor : Redaksi Desain Grafis