Mori menjelaskan, untuk menunjang tahapan Porprov, pihaknya akan memanfaatkan Informasi dan Teknologi (IT). Sehingga tidak manual seperti yang diterapkan pada Porprov sebelumnya. "Jadi semua bisa teratur dan terbuka. Tapi kita akan intens sosialisasikan ke kabupaten/kota gimana prosedurnya," katanya.
Selain itu, KONI NTB juga sudah menyampaikan penambahan sembilan cabor. Sehingga cabor yang dipertandingkan di Porprov NTB sebanyak 35 cabor. Sembilan cabor ini sebelumnya menjadi cabor ekshibisi usulan pengprov cabor. "Tidak ada cabor ekshibisi. Karena ini juga langkah kita mempersiapkan atlet untuk PON 2024," paparnya.
Cabor yang dipertandingkan di Porprov NTB XI/2023 adalah atletik, balap motor, balap sepeda, biliar, basket, voli, bridge, bulutangkis, catur, drumband, karate, kempo, menembak, muaythai, panahan, panjat tebing, pencak silat, dan renang.
Kemudian senam, sepakbola, futsal, sepak takraw, tarung derajat, taekwondo, tenis lapangan, tenis meja, tinju, esport, triathlon, selancar ombak, petanque, kick boxing, aerosport (paralayang), kurash, sepatu roda, dan wushu.
"Yang penting mereka memenuhi syarat untuk jadi cabor yang dipertandingkan. Misalnya punya jumlah kepengurusan minimal kabupaten/kota," cetusnya.
Ketua KONI Mataram Firadz Pariska mengatakan, pihaknya akan memanfaatkan segala potensi yang ada untuk mendapatkan hasil optimal di Porprov. Salah satunya adalah memaksimalkan sembilan cabor tambahan. "Kami sebelumnya menyiapkan 26 cabor. Tentu akan kita tambah dengan sembilan cabor lagi," ujarnya.
Firadz menjelaskan, KONI Mataram akan berkoordinasi dengan pengkot cabor yang menjadi tambahan Porprov. Termasuk cabor kurash yang baru terbentuk di NTB. "Kami akan koordinasi dengan pengprov cabor yang belum terbentuk di Mataram. Kurash sudah terbentuk di NTB tapi di Mataram belum," pungkasnya. (puj/r8) Editor : Redaksi Desain Grafis