Pada perlombaan sesi pertama yang digelar pagi, Mataram meraih empat medali emas, tiga medali perak, dan empat medali perunggu. Medali emas disumbangkan Ni Nengah Nandini Nariswari yang turun di nomor 200 meter gaya ganti individu putri.
Selain meraih medali emas, Nandini juga memecahkan rekor Porprov 2018. Rekor lama yang dicatatkan Tristania Cinthya Dewi dengan waktu 02.51.08 dipecahkan Nandini dengan waktu 02.45.41.
Dua emas tambahan di sesi pagi diraih Ni Kadek Sri Ayu Lestari di nomor 50 meter gaya dada individu putri. Ayu mencatatkan waktu 00.38.58. I Gede Eka Prabu Aurasukla menyumbangkan emas di nomor 01.06.98. Nandini kembali meraih medali emas kedua di nomor 100 meter gaya punggung.
Pada sesi kedua, Mataram mengumpulkan tiga medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu. Aris Fauzan yang turun di nomor 50 meter gaya kupu-kupu tidak mau ketinggalan dalam perburuan medali emas. Aris merebut medali emas setelah mencatatkan waktu 00.28.88.
Annisa Nurjanah Djaelani meraih medali emas di nomor 50 meter gaya kupu-kupu. Annisa mencatatkan waktu terbaik 00.32.02. Catatan waktu Annisa juga memecahkan rekor Porprov 2018 yang dicetak Putri Angkie, 00.33.39.
Dengan tambahan tambahan tujuh medali emas tersebut, cabor renang sudah menyumbangkan 11 medali emas sejak hari pertama pertandingan Porprov XI/2023.
”Cabor renang memang jadi unggulan Mataram. Ini sudah sesuai pemetaan meskipun ada juga yang meleset,” ujar Ketua KONI Mataram Firadz Pariska.
Firadz mengatakan, atlet renang Mataram sudah menjalani persiapan yang sangat berat. Jadi hasil ini merupakan buah kerja keras yang sudah dilakukan selama mempersiapkan diri untuk Porprov. (puj)
Editor : Administrator