Empat kategori yang dipertandingkan adalah Low Kick Putri dengan satu kelas yakni 48 kilogram. Full Contact Putri dengan satu kelas 48 kilogram. Full Contact Putra dengan tiga kelas yakni 51 kilogram, 63 kilogram, dan 71 kilogram. Serta Low Kick Putra dengan empat kelas yakni 51 kilogram, 63 kilogram, dan 71 kilogram. ”Jadi ada delapan medali emas, delapan medali perak, dan 14 perunggu yang tersebar di Porprov cabor kick boxing,” sebut pria yang akrab disapa JK ini.
Lombok Barat (Lobar) meraih tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Medali emas didapat Sanudin pada kategori Full Contact Putra kelas 51 kilogram; Deri Agus Susanto pada kategori Full Contact Putra kelas 63 kilogram; Jubaiddin pada kategori Low Kick Putra kelas 51 kilogram, 63 kilogram, dan 71 kilogram.
Dompu meraih dua medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu. Medali emas disumbangkan Fitriani pada kategori Full Contact Putri. Serta Bambang Adi Saputra pada kategori Full Contact Putra kelas 71 kilogram.
Selanjutnya Sumbawa meraih dua medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu. Faiza Nadia Putri menyumbangkan emas dari kategori Low Kick Putri. Medali emas kedua diraih Amal Firmansyah dari kategori Low Kick Putra kelas 63 kilogram.
KSB meraih satu medali emas, dua medali perak, dan lima medali perunggu. Aditia Tresna menjadi satu-satunya peraih medali emas untuk KSB. Medali emas didapat di kategori Low Kick Putra kelas 71 kilogram. ”Lombok Tengah mendapatkan satu medali perak dan empat medali perunggu,” ujarnya.
Lebih lanjut, JK mengatakan kick boxing bisa menyetarakan pertandingan dengan cabor lain yang sudah lama mengikuti Porprov. Hasil Porprov menjadi cikal bakal menuju Pra-PON di Solo, Juli nanti. ”Kita sudah lihat atlet-atlet kickboxing yang tampil. Tentu ada yang berpotensi untuk dikirim mengikuti Pra-PON,” pungkasnya. (puj/r8)
Editor : Administrator