Dalam laga itu, Indonesia tertinggal lebih dulu. Jala gawang yang dijaga Ernando Ari kebobolan di menit ke-23. Gol dilesakkan Patrick Reichelt setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Garuda.
Tertinggal 1 gol, anak asuh Shin Tae-yong mencoba bangkit. Juru taktik asal Korea Selatan itu mencoba melakukan sejumlah pergantian. Misalnya dengan memasukkan Witan Sulaeman di menit 30 menggantikan Shandy Walsh.
Masuknya Witan membuat lini tengah Indonesia lebih hidup. Asnawi Mangkualan dkk lebih menguasai jalannya pertandingan. Beberapa peluang tercipta.
Sayang, hingga babak pertama usia, skor 1-0 masih bertahan untuk keunggulan tuan rumah.
Di babak, Garuda semakin menggencarkan pertahanan. Untuk menambah daya gedor, STY memasukkan Pratama Arhan yang dicadangkan. Pemilik lemparan jauh itu menggantikan Shayne Pattynama di menit 46.
Peluang demi peluang tercipta untuk kedua tim. Total, Filipina memiliki 13 tembakan mengarah ke gawang. Sedangkan Indonesia membukukan 11 tembakan on target.
Serang demi serangan yang dilancarkan Garuda akhirnya berbuah gol di menit ke 70. Saddil Ramadhani mampu mencetak gol indah setelah memanfaatkan asisst Ricky Kambuaya.
Skor 1-1 menutup jalannya pertandingan yang digelar di StadionbRizal Memorial, Manila.
Sementara itu, dengan hasil tersebut, Indonesia masih tertahan di dasar klasemen sementara grup F. Di puncak ada Iraq yang sebelumnya menggasak Indonesia dengan skor 5-1.
Di posisi kedua diduduki Vietnam. Pada laga sebelumnya, Vietnam mengalahkan Filipina dengan skor 2-0. Meski memiliki poin sama (3 poin) dengan Iraq, tetapi Iraq lebih pantas di pucak klasemen karena unggul selisih gol.
Sedangkan Indonesia saat ini mengumpulkan 1 poin, sama dengan Filipina yang berada di urutan ketiga klasemen sementara grup F. (bib)
Editor : Redaksi Lombok Post