LombokPost-Sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah tidak bermain sejak September tahun lalu, akibat positif doping, setelah Paul Pogba gelandang Juventus terpilih tes doping secara acak setelah Juventus menang 3-0 atas Udinese di Dacia Arena pada Kamis (21/8/2023).
Setelah dinyatakan positif menggunakan doping. Kini pemain yang mengantarkan Prancis juara Piala Dunia edisi 2018 itu harus menerima kenyataan pahit menerima skorsing dari lapangan hijau selama empat tahun.
Hukuman itu diputuskan oleh Pengadilan Antidoping, setelah mereka menerima tuntutan jaksa FGIC, Kamis (29/2).
Hasil tes menunjukkan kadar testosteron di Pogba meningkat. Testosteron adalah hormon yang dapat meningkatkan ukuran dan kekuatan otot.
Pogba, yang akan menginjak usia 31 tahun pada bulan depan, tidak akan bisa kembali bermain sampai 2028 atau saat dia berusia 35 tahun.
Gara-gara kasus doping ini, sudah tidak pernah bermain, Pogba juga harus menerima pemotongan gaji dari klubnya. Juventus cuma memberikan gaji minimum bagi Pogba yaitu 2.000 euro atau sekitar Rp33,3 juta per bulan.
Apesnya lagi, kontrak Pogba juga terancam diputus oleh Si Nyonya Tua.
Mantan pemain Manchester United itu merasa terpukul akibat hukuman ini. ''"Saya sedih, syok, dan hati saya remuk karena semua yang sudah saya bangun dalam karier bermain profesional saya diambil dari saya," unggah Pogba di akun medsosnya.
Pemain berambut nyentrik itu mengatakan, sebagai atlet profesional tidak akan pernah melakukan sesuatu untuk meningkatkan performa saya dengan menggunakan zat-zat terlarang.
''Saya juga tidak pernah tidak menghormati atau mencurangi sesama atlet dan suporter dari tim yang pernah saya bela atau lawan,'' tandas Pogba.
Paul Pogba nampaknya juga tidak tinggal diam begitu saja terhadap hukuman yang diberikan. ''Sebagai konsekuensi dari keputusan yang diumumkan hari ini, saya akan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga," katanya.
Sejumlah laporan menyebutkan keputusan hukuman skors empat tahun itu masih belum final. Pogba dipersilakan mengajukan banding dan bukti-bukti bahwa dia tidak menggunakan doping.
Bila bisa membuktikan diri tidak bersalah maka hukuman itu akan dicabut. Namun, jika tidak, Pogba harus menjalani hukuman berat tersebut.***
Editor : Alfian Yusni