LombokPost-20 klub Liga Premier Inggris bakal melakukan voting membahas proposal terkait penghapusan Video Assistant Referee atau VAR pada musim depan.
Hal itu mengacu pada laporan yang diajukan klub Wolverhampton Wanderes.
Wolves telah mengajukan proposal untuk pembatalan penggunaan VAR di Liga Premier, merujuk atas ketidakpuasan terhadap VAR yang dianggap menimbulkan banyak kontroversi sejak diperkenalkan pada 2019/2020.
Proposal itu memicu pemungutan suara pada pertemuan umum tahunan liga pada 6 Juni.
Setidaknya membutuhkan dukungan 14 dari 20 klub untuk meloloskan resolusi itu.
Dalam sebuah pernyataan dikutip melalui ESPN, pihak Wolves mengatakan, keputusan untuk mengajukan resolusi itu datang setelah pertimbangan yang cermat dan sangat menghormati Liga Premier, PGMOL (badan wasit), dan sesama klub.
Wolves mengungkapkan bahwa penggunaan VAR telah menyebabkan banyak konsekuensi negatif yang tidak diinginkan.
Juga merusak hubungan antara penggemar dan sepak bola serta merusak nilai merek Liga Premier.
”Inilah waktunya untuk debat yang konstruktif dan kritis tentang masa depan VAR setelah lima tahun di Liga Premier,” lanjut pernyataan Wolves.
”Posisi kami adalah bahwa harga yang kami bayar untuk sedikit peningkatan dalam akurasi bertentangan dengan semangat permainan kami dan sebagai hasilnya kami harus menghapus dari musim 2024/25 dan seterusnya,” tambah mereka.
Liga Premier mengonfirmasi akan memfasilitasi diskusi terkait masa depan VAR di RUPS pada pertemuan umum tahunan bulan depan.
Pihak Liga Premier menyatakan bahwa klub berhak mengajukan proposal pada rapat pemegang saham.
”Kami mengakui kekhawatiran dan masalah seputar penggunaan VAR. Namun, liga sepenuhnya mendukung penggunaan VAR dan tetap berkomitmen bersama Professional Games Match Official Limited (PGMOL) untuk membuat peningkatan berkelanjutan pada sistem demi kepentingan permainan dan penggemar,” ujar juru bicara Liga Premier dikutip dari Jawa Pos.
Liga percaya bahwa menghapus ulasan video akan menyebabkan peningkatan jumlah keputusan yang salah.
Menurut liga, jumlah keputusan yang benar yang dibuat dalam permainan telah meningkat dari 82 persen sebelum pengenalan VAR menjadi 96 persen musim ini. (hiu)
Editor : Prihadi Zoldic