LombokPost-Terobosan baru dilakukan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku pengelola Pertamina Mandalika International Circuit dengan menggelar Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2024.
Event ini akan digelar sebanyak empat putaran selama 2024.
MFoS menyajikan berbagai kegiatan motorsport, baik ajang kompetisi balap ataupun kegiatan lain yang menghadirkan unsur kecepatan yang akan dipadukan dengan festival antara aktivitas pelaku ekonomi kreatif, pegiat seni serta komunitas lokal di luar lintasan balap.
Lahirnya MFoS diharapkan menjadi ruang bagi pecinta kecepatan untuk unjuk gigi serta memberikan hiburan bagi penonton yang datang ke sirkuit.
Putaran pertama pada 31 Agustus hingga 1 September 2024 akan menjadi sebuah kegiatan motorsport yang berkelas karena akan menghadirkan kejurnas dengan beberapa mobil premium, mulai dari balap Porsche Sprint Challenge Indonesia, One Make Race BMW M2, Time-Attack komunitas mobil JDM, komunitas mobil eropa, Radical serta Mini Cooper dari komunitas Mini.
Direktur Utama MGPA Priandhi Satria mengatakan MFoS akan mengakomodasi semua jenis balapan atau kegiatan yang memiliki unsur kecepatan baik untuk motor dan mobil. Mulai dari level non-balap, kejuaraan klub, kejurda, kejurnas, hingga kejuaraan internasional.
”Semua kegiatan itu nantinya akan dikemas dan digabungkan dengan berbagai konsep festival yang melibatkan UMKM serta tentunya dari berbagai komunitas lainnya,” ujarnya.
Priandhi menjelaskan balapan dengan format Sprint dan setingkat kejurnas akan diikuti 10 unit mobil Porsche dengan nama Porsche Sprint Challenge Indonesia (PSCI) musim 2024.
Kemudian kejuaraan antar klub, balapan dengan format sprint diikuti enam hingga delapan mobil balap BMW M2 yang akan hadir untuk kali pertamanya di Indonesia.
”Tidak menutup kemungkinan akan ada program lain seperti slalom atau drifting untuk menjadi bagian dari acara ini yang bersinggungan dengan unsur kecepatan,” kata Priandhi.
Menurut, Priandhi Satria menjelaskan event ini juga disebut Road To MotoGP 2024. Dalam menghadapi perhelatan akbar Pertamina Grand Prix of Indonesia pada 27-29 September nanti, pihaknya harus memeriksa kesiapan berbagai peralatan yang ada di sirkuit, hingga memastikan kesiapan dan kinerja marshal yang akan bertugas nantinya, karena ajang ini akan menjadi perhatian seluruh dunia.
”Kami menguji semua peralatan di sirkuit, apabila ada kerusakan akan kami perbaiki atau diganti, serta menjadi ajang pelatihan bagi berbagai tenaga kerja di lapangan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Priandhi mengatakan event motorsport menjelang MotoGP merupakan hal yag bagus. Karena kegiatan di dalam lintasan juga akan menambah lapisan halus bekas gesekan ban pada titik-titik tikungan, dan ini sangat baik bagi pembalap.
Adanya lapisan halus bekas ban ini akan menambah daya cengkram ban pada permukaan lintasan. (puj/r12)
Editor : Kimda Farida