LombokPost---Festival Olahraga Rekreasi Daerah (Forda) I NTB tuntas dilaksanakan KORMI NTB.
Pj Gubernur NTB Hassanudin menutup secara resmi Forda I NTB, Sabtu (26/10).
”Ini adalah suatu bukti olahraga dapat menjadi jembatan pemersatu kita semua. Melalui ajang ini memberikan pengalaman berharga untuk menjadi bekal yang baik pada Fornas 2025 mendatang,” ujar Hasanuddin.
Dia menyampaikan apresiasi kepada peserta yang berhasil keluar sebagai juara.
Namun dirinya juga menegaskan semua yang turut serta dalam cabang olahraga adalah pemenang.
Hal yang paling penting adalah partisipasi dengan hati yang penuh semangat kekeluargaan, sehingga ke depan semangat kekeluargaan tersebut menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang diadopsi masyarakat NTB.
”Saya sampaikan terima kasih kepada peserta yang telah menunjukkan semangat kompetisi berhasil mendapatkan juara. Kita semua adalah pemenang. Mari kita jadikan olahraga sebagai budaya hidup sehat masyarakat NTB,” katanya.
Forda I NTB diikuti berbagai induk organisasi (Inorga) dari 10 kabupaten/kota se-NTB.
Menampilkan beragam cabang olahraga seperti senam, permainan tradisional dan olahraga modern yang menjadi favorit masyarakat.
Pj Gubernur NTB juga memberikan penghargaan kepada beberapa komunitas yang berhasil menunjukkan prestasi terbaiknya.
Diharapkan menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan mengembangkan olahraga rekreasi di daerah masing-masing.
”Forda I menjadi langkah sukses menjadi tuan rumah, sukses menjadi juara,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua KORMI NTB Nauvar Furqony Farinduan mengatakan, ini adalah Forda perdana yang dilaksanakan setelah KORMI berdiri lebih dari delapan tahun.
Farin menjelaskan dengan terlaksananya Forda I NTB ini, maka eksistensi KORMI NTB sudah mulai diakui dan didukung pemerintah daerah.
”Kami merasa bangga dan bahagia, NTB ditetapkan sebagai tuan rumah Fornas 2025. Ini adalah event nasional,” katanya.
Menurut Farin, KORMI NTB ke depan tidak hanya akan mengukir prestasi tetapi juga bisa mewujudkan masyarakat NTB yang sehat dan bugar.
”Untuk Forda ini, ada dua ribu orang yang terlibat,” pungkasnya. (puj/r12)
Editor : Kimda Farida