LombokPost-Walau sempat diguyur hujan, ajang Mandiri Mandalika Festival of Speed (Mandiri MFoS) Round 4 menjadi seri penutup epic tak terlupakan.
Khususnya pada kelas Porsche Sprint Challenge Indonesia.
Sebelum balapan, saat opening seremoni lintasan Sirkuit Internasional Mandalika sempat diguyur hujan deras.
Hujan sempat mereda namun kembali hujan. Sekan-akan langit Mandalika terbagi menjadi dua, kering dan basah.
Ini membuat sejumlah pembalap melakukan pit in untuk mengganti ban-ban mobil balap mereka.
Namun ada pula pembalap yang tak mengganti ban mereka, lantaran merasa cukup yakin cuaca Mandalika bakal bersahabat.
Hal tersebut menjadi bagian strategi masing-masing tim mekanik.
Saat balapan, aksi senggol sempat terjadi antara mobil pembalap David Jaya dan Ahmad Aldio Oekon.
Disebabkan mobil David Jaya cukup memaksa untuk masuk pada bagian dalam racing line.
Dorongannya membuat mobil yang David Jaya nyaris kehilangan kendali sebelum akhirnya kembali ke dalam lintasan.
Tak berselang lama, mobil Porsche yang dikendalikan Daffa Ardiansyah tetiba mati dan diam.
Hal ini memaksa Daffa yang awalnya berada di awal balapan untuk memberikan peringkat pertama kepada Moreno Soeprapto.
Ia pun tampak sangat tidak percaya harus menghentikan balapannya siang itu dan membuat tim Ricky Motorsport ini harus kehilangan poin
Mendekati lap terakhir, tiga pembalap Moreno Soeprapto, Luckas Dwinanda dan Hendrik Jaya Soewatdy mempertahankan posisi balapannya.
Mengamankan posisi mereka dalam tiga besar pada kelas tersebut.
Akhrinya, pembalap Moreno Soeprapto dari tim AMM Motorsport berhasil mencatatkan waktu terbaiknya 26 menit 47 detik.
Disusul pembalap Luckas Dwinanda dari tim Engine+Motorsport mencatatkan waktu 26 menit 52 detik.
Sedangkan pembalap Hendrik Jaya Soewatdy dari tim Rukita Racing harus puas di posisi ketiga dengan catatan waktu 27 menit 0,7 detik.
Pembalap Hendrik Jaya Soewatdy mengapresiasi semua tim dan pendukung yang sama-sama bekerja dengan baik.
Para penggemar yang telah menyempatkan waktunya untuk menyaksikan balapan mobil ini.
Pembalap Luckas Dwinanda menyampaikan, dirinya sempat tidak bisa hadir di podium karena dehidrasi dan kurang sehat sepekan terakhir.
”Balapan kali ini tetap konsentrasi dan tidak menyangka diberikan bonus runner up oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” singkatnya pada wartawan, Minggu (8/12).
Pembalap Moreno Soeprapto mengatakan pada akhir balapan dirinya membuktikan bisa naik podium meski sempat diragukan masuk tiga besar.
Balapan kali ini berlangsung seru, awal balapan hujan dirinya diminta masuk pit untuk ganti ban.
”Namun saya minta sama tim untuk tetap pakai ban kering. Masuk lagi dan mulai race. Di tengah balapan melihat ada ruang mencoba masuk dan sempat senggolan, mencoba mengejar Daffa di depan. Namun kendala yang dihadapi Daffa, hari ini keberuntungan saya,” ujarnya.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria mengatakan meski sempat diguyur hujan namun acara tetap berlangsung, sukses, penuh antusias dan melekat di hati masyarakat yang menonton ajang ini di Sirkuit Internasional Mandalika.
Hal ini dimaklumi, mengingat Indonesia khususnya Pulau Lombok memasuki musim penghujan namun tidak mengurangi sedikitpun antusiasme baik partisipan maupun penonton.
”Kami menjamin kegiatan serta mitigasi terhadap berbagai kemungkinan dengan menyiapkan protokol keamanan yang sesuai standard,” ungkap Priandhi Satria.
Turunnya hujan membuat para mekanik mengganti ban mobil balap pembalapnya. Meski ada sebagian memilih tetap menggunakan ban kering.
”Jika memang dirasa harus, panitia keluarkan catatan yang mengharuskan menggunakan ban basah. Tapi hari ini meski hujan lalu mereda, hujan lagi (dipertimbangkan,red) ganti ban basah,” cetusnya.
Pada ajang putaran final MFoS 2024, Andhi menyebut sebanyak 70 starter meramaikan kegiatan ini.
Tidak hanya para pembalap mobil, ada pula komunitas pencinta mobil balap namun bukan pembalap, hingga komunitas motor balap.
”Kedepannya kami akan evaluasi kembali. Salah satunya marshal yang dilibatkan sebab berbeda marshall roda dua dan empat ini,” tutup Andhi. (ewi/r12)
Editor : Kimda Farida