LombokPost-Tiga agenda utama menjadi isu pembahasan dalam rapat kerja provinsi (Rakerprov) KONI NTB yang dibuka, Kamis (10/4). ”Rakerprov ini agenda tahunan KONI NTB. Memang sempat ditunda karena menunggu pelantikan gubernur tapi sayang beliau tidak bisa hadir hari ini,” ujar Ketua KONI NTB Mori Hanafi.
Mori menjelaskan tiga agenda utama pembahasan adalah Porprov 2026, PON XXII Nusa Tenggara/2028, dan Musorprov KONI NTB. Untuk porprov nanti bakal menjadi event yang berbeda dari sebelumnya. Karena rencananya tidak hanya satu tuan rumah seperti Mataram pada porprov sebelumnya. Namun semua kabupaten/kota akan menjadi tuan rumah.
”Porprov juga menjadi simulasi pelaksanaan PON 2028. Jadi semua desain porprov arahnya ke PON 2028,” katanya.
Anggota DPR RI ini menegaskan pelaksanaan PON 2028 di NTB merupakan hal yang sulit terulang lagi. Sehingga KONI NTB Bersama pemprov akan memaksimalkan kesempatan ini, khususnya untuk meraih prestasi. Termasuk juga mempromosikan NTB sesuai tagline pemprov, NTB mendunia.
Terakhir adalah pembahasan musorprov KONI NTB dengan agenda utama pemilihan ketua KONI NTB. Sesuai aturan, bisa dilakukan tiga bulan sebelum berakhir atau enam bulan setelah masa berlaku periodesasi. ”Jadi nanti tergantung pada kondisinya. Siapa yang menjadi ketuanya silahkan, kita terbuka saja,” ungkap Mori.
Namun ada syarat khusus yang akan ditetapkan dalam proses pendaftaran bakal calon ketua KONI NTB. Yakni uang pendaftaran sebesar Rp 300 juta sampai Rp 500 juta. ”Mohon maaf ini syarat yang tinggi. Karena memang KONI ini membutuhkan anggaran yang besar, tidak bisa dari APBD saja. Otomatis calon ketua harus mengeluarkan biaya sendiri untuk kegiatan,” tandasnya. (puj/r8)
Editor : Redaksi Lombok Post