LombokPost-SSB Mataram Football Academy (MFA) berhasil menorehkan prestasi di kejuaraan usia dini sepak bola.
Pada event yang bertajuk Bali 7s Youth International Tournament 2025, MFA menyegel juara pertama cluster silver U-10 Bali 7s Youth International Tournament 2025.
”Ini tentu sangat membanggakan. Anak-anak sudah bekerja keras melalui pertandingan yang cukup melelahkan,” ujar Pelatih MFA Heriyadi, Senin (21/4).
Heri menjelaskan dirinya bersama jajaran pelatih lainnya Bayu Adi Putra, Edi Rahadi, dan Panji berani membawa anak-anak ke Bali setelah melihat hasil positif yang diraih tim.
”Progres mereka cepat sekali. Kita belum genap satu tahun berdiri sudah bisa angkat beberapa piala. Ini yg membuat saya dan coach yang lain yakin dan berani bawa tim ke turnamen di Bali,” ungkapnya.
Menurut Heri, perjuangan anak-anak sangat berat. Pada babak penyisihan mereka harus menjalani lima pertandingan. Kemudian lolos ke fase knockout dan menjalani lima pertandingan lagi.
Pada babak final, MFA berhasil mengalahkan SSB Sukorejo Putra Bojonegoro dengan skor tipis 1-0. Bahkan di babak sebelumnya tim yang bermarkas di Karang Bedil Mataram ini mampu menumbangkan Garuda Muda Bali (putih) dengan skor meyakinkan 5-0.
Lima gol ini dicetak oleh Muhammad Salim al Qarny Ruslan dan Muhammad Alfachrezy Ananta. Keduanya masing masing menyarangkan dua gol. Sementara itu satu gol lainnya diciptakan oleh Utfail Arido.
”Prestasi ini jadi motivasi tambahan bagi anak-anak untuk terus berlatih dan mengembangkan diri,” tandasnya.
Untuk diketahui, Menteri Menpora Dito Ariotedjo menilai penyelenggaraan Bali 7s Youth International Tournament 2025 di Bali United Training Center, Gianyar menjadi kolaborasi solid pemerintah dan federasi dalam menunjang jam terbang atlet usia dini.
”Bisa kita lihat ini dari usia sangat dini atau delapan tahun kebawah dan menjadi bukti bahwa pemerintah serta PSSI melakukan persiapan pembinaan atlet sepak bola dan seluruh cabor lainnya juga dari usia dini,” kata Dito dikutip dari situs Kemenpora.
Dito menyampaikan apresiasinya kepada PSSI dan Bali United dalam menunjang jam terbang pertandingan atlet sepak bola sejak usia dini.
”Pengalaman jam terbang para atlet sejak dini itu penting karena untuk membiasakan para atlet usia dini kita harus bisa terbiasa menghadapi lawan- lawannya dari negara lain,” tegasnya. (puj/r8)
Editor : Kimda Farida