LombokPost - Kemenangan Malut United atas Persib Bandung dengan skor 1-0 di Stadion Gelora Kie Raha bukan sekadar hasil keberuntungan. Pelatih Imran Nahumarury menunjukkan kecerdikan dalam merancang strategi yang efektif untuk menghadapi salah satu tim terkuat di Liga 1.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Imran mengungkapkan bahwa kemenangan ini merupakan buah dari kerja keras dan persiapan matang selama sepekan penuh. "Selama sepekan terakhir, mereka berlatih dengan luar biasa sebagai persiapan menghadapi Persib," ujar Imran.
Pemanfaatan Set Piece dan Perubahan Taktik
Gol tunggal yang dicetak oleh Wahyu Prasetyo pada menit ke-65 berasal dari skema sepak pojok yang telah dilatih secara khusus. Masuknya Adriano Castanheira di awal babak kedua memberikan dampak signifikan, dengan umpan sepak pojoknya yang akurat menghasilkan gol kemenangan.
Dominasi Penguasaan Bola
Malut United mendominasi penguasaan bola dengan 62 persen, melepaskan 10 tembakan dengan 2 di antaranya tepat sasaran. Sebaliknya, Persib hanya mampu melepaskan 5 tembakan dengan 1 yang tepat sasaran. Disiplin dalam pertahanan dan efektivitas dalam menyerang menjadi kunci keberhasilan tim asuhan Imran.
Menunda Pesta Juara Persib
Kemenangan ini tidak hanya menunda pesta juara Persib Bandung tetapi juga membawa Malut United naik ke posisi ketiga klasemen sementara Liga 1 dengan 53 poin, menyamai perolehan poin Persebaya Surabaya namun unggul dalam head-to-head.
Di bawah kepemimpinan Imran, Malut United mencatatkan rekor tak terkalahkan dalam 13 pertandingan terakhir, dengan 9 kemenangan dan 4 hasil imbang. Prestasi ini menunjukkan konsistensi dan efektivitas strategi yang diterapkan oleh pelatih berusia 46 tahun tersebut. (*)
Editor : Jelo Sangaji