LombokPost - Laga seru tersaji di Stadion Renato Dall’Ara, Senin (5/5) dini hari WIB, saat Bologna dan Juventus berbagi angka 1-1 dalam duel krusial demi posisi empat besar Serie A.
Hasil ini membuat persaingan memperebutkan tiket Liga Champions semakin membara, dengan empat tim kini hanya terpaut satu poin!
Juventus sempat mencuri start cepat lewat gol Khephren Thuram saat laga baru berjalan beberapa menit.
Memanfaatkan kesalahan fatal dari kiper Bologna, Lukasz Skorupski, sang gelandang menyambar umpan Andrea Cambiaso dan melepaskan tembakan mendatar dari luar kotak penalti yang meluncur mulus ke gawang.
Bologna tak tinggal diam. Meski tampak goyah di 15 menit awal, pasukan Vincenzo Italiano menunjukkan karakter kuat.
Di babak kedua, kerja keras mereka terbayar lewat gol Remo Freuler, yang menyambut bola hasil sundulan Thijs Dallinga.
Bola sempat membentur Renato Veiga, mengecoh kiper Juventus dan membuat skor imbang. Ini menjadi gol perdana Freuler musim ini—gol penting di momen krusial!
Pertandingan berlangsung ketat hingga akhir. Juventus sempat mencetak dua gol lagi, namun keduanya dianulir karena offside.
Di sisi lain, Bologna nyaris mencuri kemenangan di injury time lewat peluang Cambiaghi dan Lewis Ferguson, tapi penyelesaian akhir masih belum cukup tajam.
Dengan hasil ini, Juventus, Lazio, dan Roma sama-sama mengoleksi 63 poin, sementara Bologna hanya terpaut satu poin di belakang. Dengan tiga laga tersisa, aroma dramatis menjelang akhir musim Serie A makin terasa.
Bologna akan menjalani dua laga berat kontra Milan dan Fiorentina sebelum menjamu Genoa. Sementara Juventus harus menghadapi laga hidup-mati kontra Lazio, Udinese, dan Venezia.
Pelatih Bologna, Vincenzo Italiano, memuji daya juang timnya. “Kami tertinggal lebih dulu, tapi para pemain menunjukkan karakter hebat. Kami mengontrol permainan setelah itu dan pantas mendapatkan hasil ini,” ujarnya kepada DAZN.
Di sisi lain, pelatih Juventus, Igor Tudor, menilai hasil imbang sudah cukup adil. “Dengan kondisi cedera dan jadwal padat, kami harus tampil fleksibel dan bertarung habis-habisan. Saya puas dengan semangat tim, ini bukan laga penentu—segalanya masih terbuka,” tegasnya.
Drama Serie A belum usai. Dengan empat tim bersaing ketat untuk satu tiket Liga Champions, tiga pekan terakhir akan menjadi panggung penentuan, penuh ketegangan, emosi, dan kejutan yang tak terduga.(***)
Editor : Alfian Yusni