Lombok Post-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB berharap prestasi atlet pada masa kepengurusan KONI Lombok Tengah (Loteng) periode 2025-2030 yang dinahkodai Lalu Firman Wijaya semakin baik dan mentereng.
Mengingat Lombok Tengah akan menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Porprov, diharapkan kabupaten dapat menganggarkan sebesar Rp tiga miliar untuk penyelenggaraan yang empat tahun sekali ini.
“Kepengurusan KONI Loteng Lalu Firman Wijaya bisa lebih baik meskipun tentu banyak tantangan ke depan termasuk efisiensi anggaran,” ucap Ketua Umum KONI NTB Mori Hanafi, Kamis (1/5).
Dikatakan, pada porprov nanti para atlet-atlet yang menang nanti, baik juara 1 sampai 3 nanti akan dipromosikan di Pelatda dan akan bermain di PON 2028.
“Mudah-mudahan banyak dari Lombok Tengah dan tentunya bermain di PON tidak gampang,” tambah Anggota DPR RI NTB Pulau Sumbawa ini.
Politisi NasDem ini mendoakan, agar prestasi atlet pada masa kepengurusan Lalu Firman Wijaya bisa terus baik karena prestasi pada kepengurusan sebelumnya sudah luar biasa.
“Kita ucapkan luar biasa. Salut pada ketua lama karena waktu itu dalam kondisi keuangan yang tipis saja bisa meraih 40 medali emas dan 50 perak (Porprov 2023, red). Makanya secara pribadi salut sama Samsul Qomar dengan prestasi yang luar biasa itu,” kata Mori.
Mengenai dinamika yang sebelumnya terjadi ditubuh KONI Loteng, kata Mori merupakan bagian daripada demokrasi. Namun dia selalu mengingatkan, jika semuanya adalah bersaudara baik antara Samsul Qomar dan Lalu Firman Wijaya.
Keduanya merupakan orang hebat dan putra terbaik dari Gumi Tastura.
“Proses ini kita ketahui tidak gampang, bahkan kita hati-hati sekali. Bisa dikatakan ini adalah proses pemilihan terpanjang sepanjang sejarah di kabupaten/kota. Bahkan sampai membentuk tim khusus untuk situasi (pengurus KONI, red) di Lombok Tengah,” beber mantan anggota DPRD NTB ini.
Ketua KONI Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya mengatakan, perjalanan sampai dititik ini dilalui cukup panjang.
Kalau dihitung dari pelaksanaan rakerkab, sudah menempuh perjalanan selama 66 hari.
“Terima kasih dukungan dari berbagai pihak yang sudah menyelenggarakan pelantikan ini sesuai dengan yang kita harapkan,” kata Firman pada wartawan.
Apa yang terjadi kemarin adalah dinamika.
Saat ini, kata Firman, waktunya bersama-sama seluruh stakeholder menyongsong dunia olahraga di Loteng yang lebih baik.
“Termasuk pengurus lama, mari bergabung demi olahraga Loteng, NTB dan Indonesia,” ucap Sekda Lombok Tengah itu.
Menyambut Porprov, kata Firman, setelah pelantikan segera melakukan rapat diskusi dan konsolidasi untuk pembenahan organisasi.
Bekal berupa buku administrasi yang diberikan akan menjadi panduan.
Sehingga kerja-kerja KONI Loteng secara administrasi memenuhi kriteria yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Dalam diskusi bersama cabor, sebagai pemilik atlet, akan berdiskusi dan konfirmasi kejelasan terhadap strategi yang akan dipilih cabor. Sehingga target bersama pada Porprov tahun 2026 bisa mencapai peringkat tiga. Atlet-atlet yang potensial akan didampingi pelatih yang profesional,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah memberikan sejumlah catatan kepada pengurus baru KONI Loteng.
Antara lain, mengevaluasi perjalanan KONI dalam periode terakhir guna mengetahui apa saja jadi kekurangan dan kelebihan.
Berikutnya, pengurus baru segera menyusun program yang menjadi kebutuhan daerah secara berjenjang. Baik tingkat kabupaten, provinsi, nasional hingga internasional.
Terpenting, perhatikan regenerasi pengurus kedepannya. Tantangan lain adalah bagaiamana mengelola KONI terhubung dengan pariwisata.
Sehingga dibutuhkan kreatifitas, inovasi dan mengembangkan aktivitas olahraga bersama cabor.
“Misal kembali libatkan olahraga tempo dulu yang cukup menjadi daya tarik meningkatkan kunjungan wisatawan,” ucap politisi Golkar ini. (ewi)
Editor : Kimda Farida