Lombok Post--Rangkaian pelatihan marshal sebagai persiapan menuju ajang GT World Challenge Asia 2025 di Sirkuit Internasional Mandalika berlanjut dengan fokus pada aspek teknis penanganan insiden dan keselamatan.
Pada Kamis (8/5) pagi, diisi dengan sesi-sesi aplikatif yang mengedepankan prosedur recovery dan respons medis darurat di lintasan.
Kegiatan pelatihan pun terbagi dalam dua sesi utama. Pada pagi hari pukul 09.00–12.00 Wita para peserta mendapatkan pembekalan terkait prosedur recovery dasar, penanganan medis darurat, serta teknik ekstrikasi.
Sementara pada sesi siang pukul 13.00–16.30 Wita para marshal berlatih langsung menggunakan alat berat seperti 4x4 Recovery, Truck Crane, Telescopic Handler, dan Towing Vehicle.
Pelatihan pun dibimbing oleh para instruktur berpengalaman dari berbagai institusi, antara lain Arief Budiarto dan Dani Sarwono dari IMI (Ikatan Motor Indonesia); Fazli Mukhtar Affandi, Muhammad Hasbullah, Kamal Firdaus Isa, dan Baiuzzaman Bakri dari SIC (Sirkuit International Sepang).
Kemudian, Basir Mohamad, Muhammad Iqbal, Zaizul Jifri, dan Nazarul Hanafi dari tim recovery profesional Malaysia, SAMSENG; serta dukungan dari RSUDP NTB dan BASARNAS untuk sesi pelatihan medis dan evakuasi.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria menyampaikan, bahwa pelatihan marshal ini merupakan bagian dari komitmen MGPA dalam memprioritaskan aspek keselamatan dalam setiap ajang balap yang digelar di Siruit Mandalika.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami ingin memastikan bahwa seluruh marshal yang bertugas telah memiliki kompetensi dan kesiapan sesuai standar internasional,“ kata Priandhi, Kamis (8/5).
“Dengan pelatihan ini, Sirkuit Mandalika tidak hanya siap menjadi tuan rumah GT World Challenge Asia 2025, tetapi juga menunjukkan bahwa kita mampu mengelola event motorsport kelas dunia dengan profesionalisme tinggi,” sambungnya.
Melalui simulasi nyata dan pelatihan berbasis praktik, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kesiapan para marshal dalam menghadapi situasi kritis di lintasan balap.
Kualitas pelatihan yang mumpuni diharapkan turut menjamin kelancaran dan keselamatan selama penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2025 pada 9-11 Mei mendatang. (ewi)
Editor : Kimda Farida