LombokPost - Pebiliar asal Mataram Gede Sumardiata berhasil menjadi juara 3G 9Ball Tournament yang digelar di GGG Biliard and Lounge, Minggu (11/5). Gede berhasil mengalahkan Hotman pada babak final yang menerapkan sistem tujuh kemenangan.
Kompetisi biliar yang dihelat rumah biliar di Mataram semakin gencar dilakukan. Ini menimbulkan dampak positif bagi perkembangan olahraga biliar dan untuk melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi.
”Saya lihat semakin banyak peminat olahraga biliar ini. Kompetisi ini pesertanya tidak hanya dari Mataram saja,” ujar Owner GGG Biliard and Lounge Rahmat Setiawan.
Pria yang akrab disapa Wawan ini menjelaskan meskipun rumah biliar GGG baru berdiri dalam hitungan bulan, namun dirinya ingin membantu melahirkan bibit-bibit atlet biliar NTB melalui kompetisi. ”Olahraga biliar perkembangan semakin pesat. Apalagi sudah banyak rumah biliar yang berdiri di Mataram,” katanya.
Pada kompetisi dengan hadiah total Rp 43 juta ini, peserta yang ikut adalah yang memiliki handicap (peringkat,Red) 3A, 3B, 4, dan 5.
Kemudian sistem pertandingan dibedakan mulai dari penyisihan hingga babak final. ”Penyisihan itu peserta harus memenangkan empat pertandingan. Kalau babak final peserta harus mencari tujuh kemenangan untuk bisa juara,” jelasnya.
Untuk kompetisi ini, juara pertama diraih Gede Sumardiata asal Mataram. Juara kedua ditempati Hotman. Sedangkan dua semifinalis diisi Pandu dan Adit.
Menurut Wawan, olahraga biliar kini menjadi pilihan bagi berbagai kelompok masyarakat, termasuk perempuan, pekerja kantoran, dan pelajar.
Masyarakat tidak lagi memiliki stigma negatif pada olahraga ini, digantikan dengan pandangan bahwa biliar adalah aktivitas yang menyenangkan dan menenangkan. ”Kami disini menyasar semua usia. Ada 16 meja yang disediakan untuk pengunjung,” cetusnya.
Selain itu, GGG Biliar juga ingin fokus pada bibit-bibit atlet biliar pelajar. Sehingga disediakan paket khusus bagi pelajar untuk bermain atau berlatih di rumah biliar miliknya.
Namun tentu tidak bisa dilakukan di jam sekolah atau bermain masih menggunakan seragam sekolah. ”Kami sediakan paket bermain bagi pelajar dengan jam yang sudah ditentukan,” tandasnya.
Terpisah, Pelatih Biliar NTB Suyitno menyambut baik peran rumah biliar yang ada di Mataram terhadap perkembangan olahraga biliar. Melalui kompetisi yang digelar rumah biliar diharapkan lahir atlet-atlet potensial.
”Saya lihat pesertanya beragam. Tidak hanya yang sudah mahir tetapi juga ada kejuaraan untuk pemula. Ini bagus bagi perkembangan biliar di NTB,” pungkasnya. (puj/r8)
Editor : Pujo Nugroho