LombokPost - Pembalap tim Pertamina Enduro VR46, Fabio Di Giannantonio, membantah anggapan bahwa motor Ducati Desmosedici GP25 disetel khusus untuk Marc Marquez.
Menurut Diggia, sapaan akrabnya, justru Marquez yang sukses beradaptasi cepat dengan motor barunya.
“Bukan motornya yang dibuat untuk Marc, tapi Marc yang benar-benar jago beradaptasi,” kata Diggia dalam konferensi pers GP Le Mans.
Marc Marquez memang tampil luar biasa sejak bergabung dengan Ducati pada musim MotoGP 2025. Ia memimpin klasemen dan menjadi favorit kuat juara dunia.
Sebaliknya, Pecco Bagnaia, yang dua musim sebelumnya menjadi juara dunia, justru belum menemukan performa terbaik.
Diggia menegaskan bahwa motor GP25 adalah hasil pengembangan panjang dari para pendahulu seperti Andrea Dovizioso, Pecco, dan tim penguji Ducati.
“Kita semua pakai motor yang sama, spek pabrikan. Tapi lihat bagaimana Marc langsung nyetel. Itu bukan sulap teknis, tapi bakat alami,” ujarnya.
Ia juga menepis kemungkinan seluruh pembalap Ducati harus mengikuti gaya balap Marc, seperti yang dulu terjadi saat Marquez masih di Honda.
“Di Honda, cuma Marc yang bisa jinakkan RC213V. Tapi Desmosedici ini sudah dikembangkan lama. Dan Marquez datang, langsung cocok. Itu bukan karena motornya diubah buat dia,” tambah Diggia.
Saat ditanya apa yang kurang untuk bisa meraih kemenangan, Diggia menjawab, “Untuk menang, kamu harus lebih jago dari yang lain. Fokus dan kerja keras, itu kuncinya.”
Pujian itu sekaligus menguatkan reputasi Marquez sebagai “Alien” di MotoGP. Kali ini, alien itu menunggangi Ducati.(***)
Editor : Alfian Yusni