Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Crystal Palace Ukir Sejarah! Taklukkan Manchester City 1-0 di Final Piala FA

Alfian Yusni • Minggu, 18 Mei 2025 | 05:23 WIB
Crystal Palace akhirnya meraih gelar juara Piala FA pertama mereka setelah berdiri selama 119 tahun. (Foto: instagram)
Crystal Palace akhirnya meraih gelar juara Piala FA pertama mereka setelah berdiri selama 119 tahun. (Foto: instagram)

LombokPost - Crystal Palace mencetak sejarah baru di kancah sepak bola Inggris. The Eagles akhirnya meraih gelar juara Piala FA pertama mereka setelah berdiri selama 119 tahun. Dalam laga final di Stadion Wembley, Sabtu (17/5) malam WIB, Palace secara mengejutkan menundukkan Manchester City 1-0.

Gol semata wayang dicetak oleh Eberechi Eze pada menit ke-16. Aksi itu berawal dari serangan balik cepat yang diawali Daniel Munoz dari sisi kanan. Umpan silangnya disambar Eze yang lolos dari penjagaan lini belakang City.

Meski City tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 79 persen dan total 23 percobaan tembakan, Palace tetap solid dan efisien. Mereka hanya mencatatkan dua tembakan tepat sasaran, tetapi satu di antaranya menjadi pembeda.

Baca Juga: Salah Bela TAA yang Disoraki Fans, Harusnya Dapat Perpisahan Terbaik

Henderson tercatat sebagai kiper pertama sejak Petr Cech (2010) yang menggagalkan penalti di final Piala FA non-adu penalti. (Foto: instagram)
Henderson tercatat sebagai kiper pertama sejak Petr Cech (2010) yang menggagalkan penalti di final Piala FA non-adu penalti. (Foto: instagram)

Palace juga diselamatkan aksi heroik Dean Henderson yang menggagalkan penalti Omar Marmoush di menit ke-33.

Penyelamatan itu menjadi momen krusial dalam pertandingan. Henderson tercatat sebagai kiper pertama sejak Petr Cech (2010) yang menggagalkan penalti di final Piala FA non-adu penalti.

“Ini luar biasa. Kami berutang trofi kepada para fans yang setia. Hari ini semua terbayar,” ujar Chairman Crystal Palace Steve Parrish kepada BBC One.

Manajer Oliver Glasner tampil kalem saat perayaan, tapi pendekatannya yang disiplin terbukti sukses. Ia mampu membentuk tim yang tidak hanya solid, tapi juga percaya diri dalam menghadapi raksasa seperti City.

City sendiri justru tersandung oleh keputusan-keputusan taktis Pep Guardiola. Pelatih asal Spanyol itu tidak menurunkan gelandang bertahan alami, membuat Kevin De Bruyne dan Bernardo Silva harus mengisi posisi yang tidak ideal.

Taktik ini mengingatkan banyak pihak pada kekalahan City dari Chelsea di final Liga Champions 2021.

Guardiola juga mengkritik keputusan wasit yang tidak mengusir Dean Henderson, kiper Crystal Palace, meski jelas melakukan handball di luar kotak penalti untuk menggagalkan peluang Erling Haaland.

Namun, wasit hanya memberikan tendangan bebas tanpa kartu. City sebenarnya punya peluang emas untuk menyamakan kedudukan lewat penalti, tapi eksekusi Omar Marmoush berhasil ditepis Henderson.

Haaland, Savinho, dan Doku gagal menembus lini pertahanan ketat Palace yang dipimpin Munoz dan Mitchell. Sementara peluang emas City lainnya dari De Bruyne dan sundulan Haaland tak berujung gol.

Palace nyaris menggandakan keunggulan lewat Munoz, tapi golnya dianulir karena offside oleh Ismaila Sarr dalam prosesnya. Meski ditekan habis, Palace berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.

Dengan kemenangan ini, Crystal Palace mengulang kisah Wigan Athletic yang juga mengalahkan City di final Piala FA 2011 dengan skor identik 1-0. Bagi Palace, ini adalah pelipur lara dari dua kekalahan mereka di final Piala FA sebelumnya, tahun 1990 dan 2016.

“Saya sangat bangga. Trofi ini untuk semua orang yang percaya pada kami,” tutup Parrish. (***)

Editor : Alfian Yusni
#Crystal Palace juara Piala FA 2025 #Eberechi Eze #dean henderson #man city #pep guardiola #manchester city #crystal palace