Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Begini Kata Menpora Dito Saat Ditanya PON 2028, Pemerintah Pusat Masih Evaluasi Konsepnya

Lestari Dewi • Jumat, 23 Mei 2025 | 17:42 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga RI Dito Ariotedjo (kanan) bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (kiri) usai membuka ajang Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) 2025 di Sky Lancing, Lombok Tengah.
Menteri Pemuda dan Olahraga RI Dito Ariotedjo (kanan) bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (kiri) usai membuka ajang Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) 2025 di Sky Lancing, Lombok Tengah.

Lombok Post-Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Dito Ariotedjo menerangkan pemerintah pusat masih perlu mengevaluasi terkait persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Khususnya kesiapan Provinsi NTB dan Provinsi NTT sebagai tuan rumah nantinya. Evaluasi ini dilakukan setelah sebelumnya ada penyegaran pada gelaran PON di Aceh-Sumut.

“Dalam arahan pemerintah pusat kita akan mengevaluasi terkait konsep PON ke depan. Namun yang pasti kami sangat memahami (keinginan, Red) NTB dan NTT yang telah ditetapkan sebelumnya pada Rakernas KONI terakhir (sebagai tuan rumah PON berikutnya, Red) dan sudah diberikan tongkat estafetnya,” ungkap Menpora Dito Ariotedjo pada wartawan usai menghadiri pembukaan Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) 2025 di Sky Lancing, Desa Mekarsari, Praya Barat, Lombok Tengah, Kamis (22/5).

Meski demikian, pusat masih membutuhkan waktu untuk mengevaluasi agar keberlanjutan venue cabang olahraga (cabor) pasca PON digelar. Pusat tidak menginginkan pasca PON, sejumlah venue justru tidak terpakai lagi.

“Sehingga ini perlu untuk duduk bersama antara Provinsi NTB, Provinsi NTT dan pemerintah pusat,” terangnya.

Menpora menegaskan, hingga kini belum ada perubahan rencana tuan rumah PON 2028. Namun tidak menutup kemungkinan akan bisa menjadi tuan rumah jika kedua provinsi ini berkomitmen dapat memanfaatkan venue sebaik mungkin pasca PON usai nantinya.

“Jadi (ditekankan, Red) bagaimana faktor keberlanjutannya harus kita utamakan,” tegas Menpora Dito.

Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang ikut mendampingi menpora mengatakan pemerintah daerah sangat siap menjadi tuan rumah.

Namun kembali lagi untuk cabor yang akan digelar harus disertai kesiapan infrastruktur.

Kalau pun nantinya ada pembangunan infrastruktur cabor atau venue, diyakini venue tersebut bakal bermanfaat untuk sporttourism ke depan.

“Jadi nggak ada yang mangkrak atau sia-sia, itu sih. Kan sekarang Bapak Presiden maunya semua bermanfaat, jelas outcome-nya,” pungkasnya. 

 

Editor : Pujo Nugroho
#Pon 2028 #menpora #Gubernur NTB #dito ariotedjo #tuan rumah #Lalu Muhamad Iqbal