Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Impian Kesejahteraan Atlet Ambyar, Peraih Medali Perak PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 Pilih Jadi TKI

Pujo Nugroho • Rabu, 28 Mei 2025 | 09:54 WIB

 

BUTUH PEKERJAAN: Pesilat NTB Muhammad Padil Anwar (kiri) saat meraih medali perak di PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024.
BUTUH PEKERJAAN: Pesilat NTB Muhammad Padil Anwar (kiri) saat meraih medali perak di PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024.

LombokPost - Ironi, medali perak yang diraih Muhammad Padil Anwar di PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 ternyata tak mampu menjamin masa depan.

Mirisnya, pesilat berprestasi ini kini harus menelan pil pahit, memilih menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) setelah kesulitan mencari pekerjaan layak di tanah air.

Kisah Padil menjadi tamparan keras bagi impian para atlet yang berharap hidupnya akan lebih sejahtera setelah mengharumkan nama daerah.

Baca Juga: Begini Kata Menpora Dito Saat Ditanya PON 2028, Pemerintah Pusat Masih Evaluasi Konsepnya

Sejak awal, dia berpikir menjadi seorang atlet berprestasi maka hidupnya bakal lebih sejahtera lebih baik.

Tetapi, semua itu hanya dalam angan-angan saja. ”Sehabis PON itu saya kerja serabutan. Jadi pegawai di kios kebab sama ojek online,” ujarnya pada Lombok Post, Selasa (27/5).

Menurut Padil, penghasilannya bekerja serabutan belum mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Apalagi ada emapt saudaranya yang masih bersekolah dan membutuhkan tambahan biaya.

”Kedua orang tua saya petani, jadi saya harus membantu sekolah adik-adik,” kata pemuda enam bersaudara ini.

Padil sudah berupaya mencari pekerjaan di sejumlah instansi. Misalnya Polri dan TNI.

Dirinya sudah mendaftar sebagai anggota Polri sebanyak dua kali tetapi tidak lolos.

Kemudian setelah mendapatkan medali perak di PON, Padil juga mendaftar sebagai anggota TNI dan belum lolos.

”Saya tetap berupaya. Sudah daftar dan ikut seleksi tapi belum lolos,” ungkap pemuda kelahiran Suralaga, Lombok Timur ini.

Inisiatifnya mendaftar Polri dan TNI tersebut, karena dirinya memahami masih sulit mendapatkan pekerjaan sebagai abdi negara di pemerintahan.

Meskipun sudah menorehkan prestasi dan membawa nama baik NTB di kancah nasional.

”Kita sama-sama tahu, atlet-atlet senior yang dapat medali PON sebelumnya juga banyak yang belum bekerja. Apalagi saya yang baru dapat di PON Aceh-Sumut,” ungkap pemuda 20 tahun ini.

Dengan kondisi seperti ini, Padil akhirnya memilih menjadi tenaga kerja ke luar negeri.

BUTUH PEKERJAAN: Pesilat NTB Muhammad Padil Anwar (kiri) saat meraih medali perak di PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024.
BUTUH PEKERJAAN: Pesilat NTB Muhammad Padil Anwar (kiri) saat meraih medali perak di PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024.

Dirinya sudah mendaftar untuk bekerja di Polandia dengan kontrak tiga tahun. Dalam waktu dekat, Padil akan berangkat mencari rejeki di negeri orang.

”September nanti saya berangkat. Saya harus dan wajib membantu ekonomi keluarga,” tuturnya.

Padil mengakut bersyukur dengan bonus yang diberikan Pemprov NTB setelah meraih medali perak di PON Aceh-Sumut 2024.

Bonus itu sudah digunakan untuk melunasi hutang keluarga dan biaya saudaranya sekolah.

”Semoga ada solusi dari pemerintah untuk kami para atlet dan pelatih yang sudah meraih prestasi,” harapnya.

Lebih lanjut, Padil mengatakan dirinya masih ingin membela NTB di pentas PON.

Apalagi PON 2028 akan digelar di NTB dan NTT. Dirinya ingin meraih medali emas bagi NTB.

”Tapi mau gimana lagi. Kondisinya seperti ini, saya butuh pekerjaan untuk membantu ekonomi keluarga,” tandasnya.

Terpisah, Pelatih Pencak Silat NTB Mardiansyah mengaku sudah mendengar rencana anak didiknya merantau ke luar negeri demi pekerjaan.

Photo
Photo

”Tugas saya bukan hanya melatih dan menjadikan anak-anak juara. Tapi saya juga harus memastikan masa depan mereka untuk mendapatkan pekerjaan yg layak agar bisa memenuhi kehidupannya dan keluarganya,” ujarnya.

Menurut Dega, Padil merupakan salah satu atlet yang masih memiliki potensi untuk berkembang.

Terlebih usianya masih muda, sehingga masih bisa dipersiapkan untuk PON 2028 nanti.

”Dengan latihan yang giat, peluang mendapat medali emas di PON nanti sangat bisa diwujudkan. Semoga ada solusi bagi dia,” pungkasnya. 

Editor : Pujo Nugroho
#atlet #TKI #ntt #medali #NTB #pon