LombokPost - Pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi, menolak mentah-mentah prediksi superkomputer Opta yang menyebut Inter Milan hanya punya peluang 43,4 persen untuk juara Liga Champions 2025.
Di final Liga Champions 2025 yang digelar Sabtu (1/6) di Allianz Arena, Inter akan menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) yang disebut punya peluang menang 56,6 persen.
“Final Liga Champions hanya soal satu pertandingan. Apa pun bisa terjadi dalam 90 menit,” tegas Simone Inzaghi saat konferensi pers, seperti dikutip dari Football Italia.
Inzaghi mencontohkan final Liga Champions dua tahun lalu saat banyak yang meremehkan Inter melawan Manchester City.
“Orang bilang kami akan disingkirkan dengan mudah. Tapi faktanya, kami pantas bawa laga ke babak tambahan. Dan sekarang, kami kembali ke final. Ini bukti bahwa kami layak berada di sini,” ujar pelatih yang membawa Inter Milan ke final Liga Champions dua kali dalam tiga musim terakhir.
Soal prediksi superkomputer seperti Opta, Inzaghi mengingatkan bahwa mereka juga keliru di semifinal musim ini.
Kala itu, Opta menyebut Inter hanya punya peluang 44 persen melawan Barcelona, tapi kenyataannya Inter menang agregat 7-6.
“Data memang penting, tapi tidak bisa mengukur mental dan determinasi. Kami sudah kalahkan Bayern Munich, Arsenal, Manchester City, RB Leipzig, dan Barcelona. Perjalanan berat itu justru memberi kami keyakinan besar menghadapi PSG,” tegasnya lagi.
Dalam laga final Liga Champions melawan PSG ini, Inzaghi mengakui ada satu posisi yang masih ia pertimbangkan: bek tengah kanan. Jika Benjamin Pavard dinyatakan fit 100 persen, dia dipastikan jadi starter.
“Pavard pemain penting. Kalau dia fit, dia main,” ujarnya singkat.
Di sisi lain, Nicolo Barella, salah satu pemain kunci Inter Milan, berjanji akan menampilkan versi terbaik dirinya di final Liga Champions melawan PSG. Meski performanya musim ini naik turun, Barella merasa siap untuk mengubah narasi.
“Saya sudah belajar dari kesalahan, memperbaiki karakter saya, dan rekan setim membantu saya tumbuh,” ujar Barella kepada Sempreinter.
Final Liga Champions 2025 ini menjadi kesempatan kedua bagi Barella untuk menulis ulang akhir cerita, setelah sebelumnya gagal juara pada final 2023 lawan Manchester City.
“Kami ingin membuat sejarah baru untuk Inter Milan,” katanya.
Bagi Barella, keberhasilan mencapai dua final Liga Champions dalam tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa Inter Milan sudah kembali ke habitatnya: papan atas Eropa.
“Ini bukan hanya soal saya. Ini kerja keras semua orang di tim ini,” ucap pemain Timnas Italia itu.
Final Liga Champions antara Inter Milan vs PSG bukan sekadar laga biasa. Ini pertaruhan harga diri, sejarah, dan ambisi menulis ulang cerita.
Simone Inzaghi dan Nicolo Barella yakin Inter Milan punya semua modal untuk jadi juara Liga Champions 2025. (***)
Editor : Alfian Yusni