Ajang bergengsi ini mempertemukan para karateka Bhayangkara terbaik dari seluruh jajaran Polri, yang akan bertarung dalam semangat loyalitas, sportivitas, dan prestasi.
Kejuaraan Karate Piala Kapolri 2025 tak hanya menjadi agenda olahraga, tetapi juga momentum pembinaan karakter serta pemersatu institusi.
Ketua Karate Bhayangkara Presisi Prof. (RIS) Hermawan Sulistyo, M.A., Ph.D., APU atau yang akrab disapa Prof. Kikie menegaskan, karate adalah lambang disiplin dan keteguhan hati Bhayangkara sejati.
“Kejuaraan ini bukan sekadar adu teknik, tapi juga membangun integritas dalam tubuh Polri. Karate mewakili nilai-nilai disiplin, kontrol diri, dan semangat juang yang kami jaga,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (6/6).
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kejuaraan Karate Piala Kapolri 2025, Kombes Pol. Dr. I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya, S.H., M.H., menjelaskan bahwa ajang ini sekaligus menjadi cerminan sinergi antara kebugaran, loyalitas, dan profesionalisme.
“Polri yang sehat jasmani dan rohani pasti lebih optimal dalam melayani masyarakat. Karate adalah sarana yang ideal untuk membentuk itu semua,” tegas Kombes Dewa.
Peserta akan datang dari seluruh satuan kerja, mulai Mabes Polri hingga Polda se-Indonesia, dengan jumlah maksimal 15 atlet per kontingen.
Kejuaraan Karate Piala Kapolri 2025 akan mempertandingkan kategori kata dan kumite, dengan sistem terbaru dari WKF dan rentang usia dari 18+, 30+, hingga 50+.
Tak hanya soal prestasi, kejuaraan ini juga bagian dari rangkaian Pekan Olahraga Polri menyambut HUT Bhayangkara ke-79. Ini bentuk nyata perhatian pimpinan Polri terhadap pembinaan personel lewat jalur kompetisi sehat dan inspiratif. (*)
Editor : Marthadi