Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kalah dari Garuda, Publik China Ramai-ramai Minta Laga Indonesia vs China Diulang

Habibul Adnan • Senin, 9 Juni 2025 | 23:45 WIB

Ole Romney merayakan gol ke gawang China
Ole Romney merayakan gol ke gawang China
Lombok Post - Publik China ramai-ramai menyuarakan agar laga lawan Timnas Indonesia vs China diulang. Begini alasannya.

Publik China meminta pertandingan ulang karena ada yang tidak beres dalam pertandingan Indonesia vs China.

Sehingga laga Indonesia vs China dianggap layak diulang. Pertandingan ulang ini untuk menentukan pemenang antara Indonesia vs China.

Indonesia vs China bertemu di matchday kesembilan lanjutan kualifikasi piala Dunia 2026 Zona Asia.

Laga Indonesia vs China berlangsung pada Kamis malam (5/6) lalu di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.

Di mana laga itu dimenangkan Indonesia dengan skor 1-0. Gol kemenangan Indonesia dicetak Ole Romny melalui tendangan penalti.

Timnas Indonesia mendapatkan hadiah penalti di menit 45. Algojo tendangan penalti dipercayakan kepada Ole Romny.

Dia sukses mengeksekusi tendangan penalti. Ole menceploskan bola ke sisi kiri gawang China dan berbuah gol untuk kemenangan Indonesia.

Timnas Indonesia mendapatkan hadiah penalti setelah Ricky Kambuaya dijatuhkan di dalam kotak penalti.

Dengan kemenangan tersebut, Timnas saat telah mengumpulkan 12 poin. Posisi Indonesia di klasemen sementara berada di urutan keempat.

Kemenangan itu sekaligus memastikan Timnas lolos ronde keempat kualifikasi Piala Dunia.

Kemenangan tersebut dinilai tidak sah oleh publik China. Alasannya karena keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti ke timnas Indonesia dianggap mengada-ada.

Baca Juga: Lawan Jepang Tanpa Tekanan, Ole Romeny Siap Bikin Gol Lagi untuk Timnas Indonesia!

Media China, Sohu menyoroti pemain Yang Zexiang yang melanggar pemain Timnas Indonesia, Ricky Kambuaya pada menit ke-40 hingga berujung penalti untuk skuad Garuda. Sohu sangat menyayangkan Yang Zexiang yang melakukan pelanggaran tak perlu kepada Kambuaya di kotak penalti.

"Pelanggaran Yang Zexiang sungguh tidak perlu. Saat itu, pemain penyerang Indonesia itu juga sudah kehabisan tenaga. Kalau saja Yang Zexiang tidak melakukan pelanggaran, bola akan langsung keluar dari garis," tulis Sohu, dikutip Minggu (8/6).

Adapun penalti pada akhirnya diberikan kepada Indonesia usai wasit asal Uzbekistan mengecek VAR. Kesempatan emas itu kemudian tak disia-siakan Ole Romeny.

Dengan tenang, Ole bisa menceploskan bola ke gawang China. Skor 1-0 pun bertahan hingga laga berakhir dan Timnas Indonesia menang. Sementara, China yang kalah harus tersingkir dan dipastikan gagal lolos ke babak playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Reaksi publik China ini dilaporkan Media China, Sohu Dalam laporannya Sohu menulis, bahwa suporter mereka bahkan mendesak Asosiasi Sepak Bola China mengajukan banding kepada AFC untuk pertandingan ulang.

"Para penggemar menilai hukuman wasit agak mengada-ada, dan Asosiasi Sepak Bola China dapat mengajukan banding ke AFC atau bahkan meminta pertandingan ulang," tulis Sohu.

Tetapi media ini juga menilai tidak ada gunanya melakukan pengajuan banding kepada AFC. Keputusan wasit dan hasil pertandingan sudah sah.

"Berdasarkan penampilan timnas Tiongkok dalam laga tandang melawan Indonesia, apakah tim Tiongkok bisa menang jika bertanding lagi melawan Indonesia? Hal itu jelas tidak mungkin," tulis Sohu.

Kemenangan Garuda bukan kebetulan. Timnas Indonesia disebutnya layak meraih kemenangan atas China.

Sohu juga menulis bahwa permainan timnya tidak sesuai ekspektasi. Jika pun pertandingan diulang, China akan tetap kalah.

"Oleh karena itu, kekalahan timnas sepak bola Tiongkok atas Indonesia bukanlah suatu kebetulan, dan tim perlu membuat rangkuman yang serius di masa mendatang," tulis Sohu.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#publik china #laga indonesia vs china diulang #Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia 2026 #ole romeny #Indonesia VS China