Dalam pernyataannya, Reijnders mengungkap alasan utama ia memutuskan hengkang dari Rossoneri ke Etihad Stadium.
Bagi Reijnders, kesempatan bekerja langsung dengan pelatih fenomenal seperti Pep Guardiola menjadi faktor penentu.
“Ini adalah kesempatan besar bagi saya,” ujar Tijjani Reijnders Manchester City dalam wawancara perdananya.
"Saya telah mengikutinya sejak ia melatih Barcelona bersama Lionel Messi. Cara ia bermain di sana dan bagaimana ia membawanya ke sini adalah sesuatu yang membuat saya sangat bersemangat untuk bermain untuk Manchester City." tambahnya
Ingin Trofi dan Sepak Bola Menyerang
Kepindahan Tijjani Reijnders ke Manchester City bukan hanya soal pelatih. Gelandang 25 tahun itu mengincar pencapaian lebih tinggi bersama tim bertabur bintang tersebut.
"Sepak bola adalah tentang memenangkan hadiah, dan saya berharap untuk memenangkan hadiah sebanyak mungkin di sini bersama Manchester City." imbuh Reijnders yang dikenal sebagai gelandang box-to-box modern.
Ia mengaku gaya bermain City cocok dengan karakternya.
"Mendominasi di lapangan melawan lawan dan memainkan sepak bola menyerang. Itulah yang paling cocok untukku," lanjutnya.
Reijnders: Saatnya Tantangan Baru
Selama musim lalu bersama AC Milan, Reijnders tampil konsisten di Serie A. Tapi kini, tantangan baru menantinya di Inggris. Dengan Manchester City, ia berharap bisa cepat beradaptasi di bawah taktik intens Guardiola.
"Semua orang tahu bagaimana Manchester City bermain secara umum dengan gaya bermainnya. pungkas pemain yang juga digadang-gadang sebagai salah satu pemain keturunan Indonesia di Eropa yang paling bersinar.
Editor : Redaksi Lombok Post