LombokPost - Pecco Bagnaia kembali jadi sorotan. Ducati menyebut pembalap #63 mereka ini bukan hanya cepat, tapi juga punya gaya balap modern yang dianggap sebagai evolusi Jorge Lorenzo.
Hal ini diungkap langsung oleh Cristian Gabarrini, kepala kru teknis yang jadi otak di balik performa apik Ducati dalam beberapa musim terakhir.
Gabarrini tak ragu menyebut, “Pecco Bagnaia itu kebalikan Stoner, tapi kembaran Lorenzo versi modern. Cara ngatur pace, kerja di garasi, dan pendekatannya terhadap balapan, mirip banget sama Jorge dulu.”
Pecco Bagnaia disebut sebagai versi mutakhir dari Lorenzo, rapi, halus, tapi tetap ngebut.
Menurut Gabarrini, berbeda dengan Casey Stoner yang mengandalkan insting dan feeling saat menggeber motor, Pecco lebih kalkulatif.
Ia membaca data, menganalisis grip, suhu ban, bahkan memprediksi keausan lintasan untuk menyusun strategi balapnya.
“Dia adalah pembalap pertama yang benar-benar mengintegrasikan kecepatan tikungan tinggi ke Ducati,” ujar Gabarrini kepada media Spanyol Motosan. “Pecco itu evolusi Lorenzo. Gaya balapnya bersih dan efisien.”
Tak hanya itu, Gabarrini juga memuji sikap Pecco di paddock.
Ia menyebut pembalap Italia ini punya pendekatan profesional: transparan, terbuka, dan hampir tak pernah terbawa emosi negatif.
“Kalau pun marah, dia tetap bisa diajak diskusi. Itu langka di dunia MotoGP,” lanjut Gabarrini.
Pecco Bagnaia adalah juara dunia MotoGP 2022 dan 2023, sekaligus pemilik rekor kemenangan terbanyak Ducati.
Sejak memecahkan kutukan gelar Ducati yang terakhir diraih Stoner (2007), Pecco dianggap sebagai senjata utama pabrikan Italia tersebut.
Musim MotoGP 2025, Pecco bersaing ketat dengan Marc Márquez, namun terus menunjukkan konsistensi dan keunggulan strategi.
Dengan gaya balap yang rapi dan kalkulatif, serta kemampuan membaca balapan dengan presisi tinggi, Pecco Bagnaia dinilai sebagai kunci masa depan Ducati di MotoGP.
Julukan sebagai “Lorenzo versi modern” bukan tanpa alasan. Tinggal menunggu waktu, apakah pundi-pundi gelar dunia Ducati bakal terus bertambah.
Di mata Cristian Gabarrini, Pecco Bagnaia bukan hanya juara, tapi arsitek balapan masa depan.
Jika terus stabil, tak menutup kemungkinan ia akan menorehkan sejarah baru, lebih panjang, lebih kuat, dan lebih mendalam dari Lorenzo sekalipun. (***)
Editor : Alfian Yusni