LombokPost - Legenda Arsenal dan Timnas Prancis, Thierry Henry, melontarkan komentar tajam yang bikin geger jagat bola Eropa.
Ia menyindir gaya main pemain modern yang terlalu banyak menggiring bola tanpa arah. Namun satu nama langsung dikecualikan oleh Thierry Henry: Mohamed Salah.
Ia menyebut bintang Liverpool itu sebagai contoh sempurna pemain yang menggiring bola dengan efisiensi dan produktivitas tinggi.
“Saya lebih suka pemain yang menggiring bola untuk menciptakan peluang dan assist. Sekarang terlalu banyak yang dribel tanpa tujuan. Saya sebut itu omong kosong. Tapi Salah beda. Dia dapat bola, langsung bikin sesuatu terjadi. Efisiensi lebih penting daripada bakat,” kata Thierry Henry seperti dikutip Tribuna.com, akhir pekan lalu.
Komentar pedas Thierry Henry langsung jadi sorotan. Terlebih karena ia menyampaikan hal ini sambil memuji setinggi langit performa Mohamed Salah musim ini, yang disebutnya sebagai pemain paling efisien di Premier League saat ini.
Tak tanggung-tanggung, legenda yang membawa Arsenal menjadi “Invincibles” itu menyandingkan nama Mohamed Salah dengan dirinya sendiri.
Statistik Mohamed Salah musim 2024/2025 juga bikin tercengang. Hingga Juni 2025, ia sudah mencetak 34 gol dan memberikan 23 assist di semua kompetisi.
Di Premier League saja, Salah telah menyamai rekor 175 gol milik Thierry Henry, hanya dalam 282 pertandingan. Bahkan jumlah assist-nya kini mencapai 82, mengungguli Henry yang mencetak 74 assist sepanjang kariernya di liga Inggris.
Tak hanya soal angka, Henry juga mengomentari gaya dribel Salah yang dinilainya sangat berorientasi pada gawang, bukan sekadar gaya-gayaan.
“Saya suka pemain yang menggiring ke arah gawang. Salah kalau bawa bola, dia langsung tancap gas ke depan, bukan muter-muter kayak spinner. Itu baru dribel,” ucap Henry dikutip Sky Sports.
Pujian ini membuat posisi Salah dalam debat "pemain terbaik Premier League sepanjang masa" semakin kokoh.
Banyak pengamat bahkan menyebut Mohamed Salah layak masuk jajaran legenda sejajar dengan Henry, Aguero, atau Alan Shearer.
Efisiensi Mohamed Salah diakui menjadi pembeda utama di era modern yang dipenuhi pemain-pemain gaya tanpa hasil nyata.
Itulah sebabnya, komentar Henry mendapat respons positif dari banyak fans dan legenda lainnya.
Mohamed Salah kembali mencatat sejarah luar biasa di Liga Inggris 2024/2025. Bintang Liverpool ini sukses menyapu bersih tiga penghargaan individu bergengsi: top skor Premier League, Playmaker of the Season, dan Pemain Terbaik.
Ini menjadi musim terbaik Mohamed Salah sejak bergabung ke Anfield, sekaligus memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain terbesar sepanjang sejarah kompetisi.
Dengan torehan 29 gol dan 18 assist, Salah menjadi pemain pertama dalam sejarah Premier League yang menyabet tiga gelar individu sekaligus dalam satu musim.
Mohamed Salah mengakhiri musim dengan 47 keterlibatan gol, menyamai rekor legenda seperti Alan Shearer dan Andrew Cole, namun dengan catatan lebih impresif: hanya dalam 38 pertandingan, bukan 42 seperti era 1990-an.
Tak hanya itu, gol terakhirnya ke gawang Crystal Palace di pekan ke-38 menempatkannya sejajar dengan Thierry Henry sebagai peraih Golden Boot terbanyak sepanjang masa, yakni empat kali.
Prestasi ini menambah koleksi sejarah Mohamed Salah di Liga Inggris, dan makin mempertegas dominasi pemain Mesir ini dalam satu dekade terakhir.
Berbicara kepada ON Sports, Mohamed Salah mengungkap ambisinya untuk tetap bermain hingga usia 40 tahun.
“Saya akan bermain selama saya merasa mampu. Saya pikir bisa main sampai 39 atau 40 tahun, tapi kalau sudah waktunya berhenti, saya akan berhenti,” ujarnya. (***)
Editor : Alfian Yusni