LombokPost - Alisson Becker bukan sekadar penjaga gawang Liverpool. Bagi pria asal Brasil ini, mengenakan seragam merah The Reds bukan cuma soal bertahan dari serangan lawan, tapi juga melindungi hidup puluhan ribu suporter fanatik di Anfield.
“Saya merasa seperti sedang menjaga 60 ribu nyawa di Anfield,” ucap Alisson Becker, dalam cuplikan dokumenter “My Story” yang dirilis LFC TV.
“Saya bukan cuma jaga gawang. Saya jaga Liverpool. Saya jaga para fans. Saya jaga semua orang yang berdiri di belakang saya. Ini bukan soal tugas, tapi soal hidup saya sendiri,” lanjut Alisson yang telah bermain selama tujuh musim di bawah mistar gawang Liverpool FC.
Hidup dan Mati di Anfield
Bergabung sejak 2018 dari AS Roma, Alisson Becker telah mempersembahkan tujuh trofi utama untuk Liverpool, termasuk Liga Champions dan dua gelar Liga Inggris.
Namun, bukan gelar yang membuatnya terikat kuat. “Liverpool adalah hidup saya,” tegasnya.
“Saya bermain di depan suporter luar biasa. Kadang kami yang memimpin mereka, kadang mereka yang memimpin kami. Hubungan kami saling menghidupi,” ujar Alisson Becker.
Atmosfer Anfield disebutnya sebagai tempat paling nyaman untuk bertanding.
“Saya merasa diberkati bermain di sini. Mungkin karena sudah bertahun-tahun di sini. Tapi yang pasti, saya jatuh cinta,” kata kiper terbaik Liverpool itu.
Dari Kiper Jadi Kepala Keluarga
Selama enam tahun lebih tinggal di Merseyside, Alisson juga membangun keluarga.
Ia datang dari Roma bersama istri dan anak pertamanya, Helena. Kini, ia telah memiliki tiga anak, semua besar di Liverpool.
“Anak-anak saya besar di kota ini. Liverpool mengubah hidup dan karakter saya. Dari tanggung jawab, kebersamaan, sampai disiplin—semuanya saya dapat di sini,” ucapnya.
Ia juga menyoroti bagaimana komunitas Liverpool FC bersatu sebagai satu keluarga. “Ini bukan cuma klub. Ini kehidupan.”
Target Besar Musim Baru
Menatap musim kedelapan, Alisson Becker belum puas. Ia masih ingin menambah koleksi trofi dan menciptakan momen-momen tak terlupakan di Anfield.
“Saya ingin memberi mereka (fans) gelar, kegembiraan, dan kenangan. Saya tahu betapa pentingnya itu bagi mereka,” ujarnya.
“Liverpool adalah hidup saya. Dan saya percaya masa depan akan penuh kemenangan.” (***)
Editor : Alfian Yusni