LombokPost – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB melakukan seleksi atlet untuk mengisi kuota Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Nasional (SPOBNAS).
Program ini, yang merupakan transformasi dari Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) NTB, bertujuan menjaring talenta-talenta muda berbakat di Bumi Gora untuk dibina menjadi atlet berprestasi tingkat nasional, bahkan internasional.
Sebanyak 22 atlet pelajar dari dua cabang olahraga, yakni 10 atlet pencak silat dan 12 atlet taekwondo, ikut ambil bagian dalam seleksi atlet ini.
Dari total tersebut, hanya empat atlet terbaik yang akan lolos, masing-masing dua dari pencak silat dan dua dari taekwondo.
"Karena ada yang sudah lulus sekolah, jadi ada seleksi atlet untuk menggantikan posisinya," terang Kabid PDS Keolahragaan Dispora NTB, Agus Sukmayadi.
Proses seleksi atlet ini tidak main-main. Dimulai dari seleksi administrasi, para peserta kemudian harus melalui serangkaian tes ketat meliputi tes fisik, keterampilan, kesehatan, hingga psikologi.
"Hasil akhir tes ini nanti akan dilaporkan ke Kemenpora untuk menentukan atlet yang direkrut menjadi atlet SPOBNAS," jelas Agus.
Saat ini, SPOBNAS NTB sudah dihuni oleh 19 atlet, terdiri dari enam atlet atletik, delapan atlet pencak silat, dan lima atlet taekwondo.
Program SPOBNAS sendiri adalah inisiatif unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, yang bertujuan menjaring dan membina bakat-bakat atlet muda potensial di seluruh Indonesia, serta menjadi pusat pembinaan olahraga prestasi di tingkat provinsi.
SPOBNAS merupakan program unggulan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia. SPOBNAS ini adalah transformasi dari program sebelumnya yang dikenal sebagai Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP).
Tujuan utama dari SPOBNAS adalah untuk menjaring dan membina bakat-bakat atlet muda potensial di seluruh Indonesia agar mampu mencapai prestasi di tingkat nasional dan internasional. Program ini menjadi pusat pembinaan olahraga prestasi di tingkat provinsi.
Fungsi dan peran SPOBNAS antara lain fokus pada pembinaan atlet usia dini dan remaja yang memiliki bakat luar biasa dalam berbagai cabang olahraga. Kemenpora berupaya meningkatkan kualitas pembinaan atlet secara lebih terarah dan efisien. Hal ini dilakukan dengan penambahan tenaga ahli seperti ahli gizi, konsultan kepelatihan, dan psikolog olahraga.
Selain itu, SPOBNAS berfungsi sebagai wadah untuk mengidentifikasi bakat-bakat olahraga sejak dini dan mengembangkan potensi mereka secara maksimal. SPOBNAS juga menjadi jembatan bagi atlet muda menuju jenjang pembinaan yang lebih tinggi. (puj/r8)
Editor : Pujo Nugroho