LombokPost – Amanda Anisimova mencetak sejarah pribadi dengan melangkah ke semifinal Wimbledon 2025 untuk pertama kalinya.
Petenis unggulan ke-13 itu sukses menyingkirkan Anastasia Pavlyuchenkova dalam pertandingan menegangkan dua set, 6-1, 7-6(9), lewat tie-break panjang yang membuat penonton menahan napas.
Kemenangan ini memastikan Anisimova lolos ke semifinal Wimbledon dan akan menghadapi unggulan pertama, Aryna Sabalenka, dalam perebutan tiket final.
Pertandingan perempat final ini nyaris jadi laga cepat. Setelah unggul jauh 6-1, 5-2, Anisimova hanya butuh satu game lagi untuk mengunci kemenangan.
Tapi Pavlyuchenkova yang tengah flu justru bangkit, memaksakan tie-break, dan menyulut drama.
“Tie-break itu sangat menegangkan, sangat sulit. Saya terus berjuang dan saya sangat senang bisa menyelesaikannya,” kata Anisimova usai laga sambil menggendong keponakannya, Jackson dilansir dari wimbledon.com.
“Saya sangat gembira bisa masuk semifinal untuk pertama kalinya,” sambung Anisimova.
Meskipun lebih muda lebih dari satu dekade dari lawannya yang berusia 34 tahun, Anisimova menunjukkan kedewasaan dan ketenangan di momen krusial.
Ia membalas lima set point Pavlyuchenkova dan akhirnya menutup pertandingan pada match point keempatnya dengan pukulan pengembalian yang brilian.
Dengan kemenangan ini, Anisimova mencetak rekor baru di Wimbledon 2025 sekaligus menyamai pencapaiannya di Roland-Garros 2017 ketika ia masih berusia 17 tahun.
Saat itu ia dianggap sebagai bintang muda potensial – tapi perjalanan karirnya tidak mudah.
Anisimova sempat terlempar dari 100 besar dunia karena masalah mental yang ia alami pasca wafatnya sang ayah sekaligus pelatih, Konstantin, pada 2017.
Ia mengambil cuti selama tujuh bulan pada 2023 untuk memulihkan diri secara emosional dan mental.
“Ini merupakan tahun yang luar biasa bagi saya,” katanya. “Begitu banyak hal yang menggembirakan. Saya menikmati setiap langkahnya. Bahkan di masa-masa seperti ini, saya terus mengingatkan diri sendiri untuk menikmati momen ini,” tambahnya.
Petenis Amerika berusia 23 tahun ini juga mengaku sangat bersyukur karena bisa merasakan atmosfer luar biasa di lapangan utama Wimbledon.
Tahun lalu, ia bahkan gagal lolos kualifikasi. Kini, Anisimova lolos ke semifinal Wimbledon, siap memburu gelar pertamanya di Grand Slam paling prestisius ini.
Kemenangan ini juga dipastikan mengantar Anisimova menembus 10 besar peringkat WTA untuk pertama kalinya, berdasarkan proyeksi pasca-Wimbledon.
Momentum ini menjadi bukti kebangkitannya sebagai petenis top dunia.
Editor : Rury Anjas Andita