LombokPost - Sebelum menjadi arsitek sukses di balik kemudi Arsenal, Mikel Arteta adalah salah satu gelandang yang paling dihormati di Emirates Stadium. Pria Spanyol ini menghabiskan lima musim yang berkesan sebagai pemain The Gunners, meninggalkan jejak kepemimpinan dan dedikasi yang tak terlupakan. Mari kita kilas balik perjalanan Mikel Arteta di Arsenal sebagai seorang pemain.
Mikel Arteta bergabung dengan Arsenal pada hari batas waktu transfer musim panas 2011, didatangkan dari Everton. Keputusannya untuk pindah ke klub London Utara ini terbukti menjadi langkah yang tepat dalam kariernya.
Dengan cepat, Arteta mampu beradaptasi dengan gaya permainan Arsenal di bawah Arsene Wenger, menampilkan visi permainan yang luar biasa, umpan akurat, dan etos kerja yang tinggi di lini tengah.
Selama lima musim bersama The Gunners, Mikel Arteta menjadi sosok sentral, baik di dalam maupun di luar lapangan. Ia dikenal dengan ketenangannya, kemampuan mengatur tempo permainan, dan kecerdasannya dalam membaca pertandingan.
Kontribusinya sangat vital, terutama dalam masa transisi Arsenal pasca-era keemasan awal 2000-an. Arteta juga menunjukkan kemampuannya dalam mencetak gol-gol penting, seringkali dari tendangan jarak jauh yang akurat atau eksekusi penalti yang dingin.
Puncak karier Mikel Arteta sebagai pemain Arsenal adalah ketika ia dipercaya mengenakan ban kapten. Peran ini diemban dengan penuh tanggung jawab, di mana ia menjadi panutan bagi para pemain muda dan jembatan antara staf pelatih dan tim.
Di bawah kepemimpinannya, Arsenal berhasil meraih dua gelar Piala FA secara berturut-turut pada musim 2013/14 dan 2014/15. Ini adalah trofi-trofi mayor pertama Arsenal setelah penantian panjang, dan Arteta adalah bagian integral dari kesuksesan tersebut.
Momen mengangkat Piala FA bersama tim adalah salah satu kenangan terindah dalam karier Arteta di Arsenal.
Total, Mikel Arteta mencatatkan 150 penampilan di semua kompetisi untuk Arsenal, dengan torehan 17 gol. Cedera memang sempat menghantamnya di beberapa musim terakhir, namun semangat dan profesionalismenya tidak pernah luntur.
Ia dikenal sebagai salah satu pemain yang paling vokal dan berpengaruh di ruang ganti, bahkan sebelum ia gantung sepatu. Sifat-sifat inilah yang kemudian membawanya kembali ke Arsenal sebagai manajer, melanjutkan warisan yang ia mulai sebagai pemain.
Pada akhirnya, Mikel Arteta memutuskan untuk pensiun sebagai pemain pada akhir musim 2015/16. Namun, kecintaannya terhadap Arsenal dan dunia sepak bola tidak berhenti di sana.
Ia kemudian memulai karier kepelatihannya sebagai asisten Pep Guardiola di Manchester City sebelum akhirnya kembali ke rumahnya di Emirates, kali ini sebagai manajer. Warisan Mikel Arteta sebagai pemain Arsenal tetap dikenang sebagai salah satu pemimpin di era modern klub. (puj)
Editor : Pujo Nugroho