LombokPost - AC Milan dikaitkan dengan sejumlah nama dalam bursa transfer musim ini.
Tak sebatas rumor, nama-nama itu memang banyak yang sungguh-sungguh diincar AC Milan.
Sayangnya pergerakan yang tak cepat membuat langkah AC Milan terus tersendat, kalah saing dari peminat lain.
Soal Archie Brown misalnya, sang pemain dikabarkan akhirnya memilih Fenerbahce daripada AC Milan.
Klub Turki itu menawarkan gaji yang lebih tinggi untuk pemain Inggris tersebut, yang pada akhirnya menentukan keputusan akhir pemain berusia 23 tahun itu.
Archie Brown, target incaran mereka, dilaporkan semakin dekat untuk bergabung dengan Fenerbahce dan seolah tinggal tanda tangan kontrak saja.
Berikutnya Manchester United menjadi destinasi pilihan Javi Guerra, pemain tengah yang sempat coba didekati AC Milan.
Jangan pula lupakan Granit Xhaka yang urung ke AC Milan karena tawaran yang dianggap terlalu rendah.
Sementara itu, negosiasi antara AC Milan dan Club Brugge untuk transfer Ardon Jashari masih menemui jalan buntu.
Baca Juga: Dag Dig Dug, Archie Brown Buat Jantung Fans AC Milan Berdegup Kencang
Meskipun AC Milan telah menawarkan paket transfer senilai €32 juta ditambah bonus, Club Brugge masih menginginkan mahar yang lebih tinggi.
Ardon Jashari sendiri sangat berharap akan ada terobosan penting yang terjadi pada akhir pekan ini, sehingga bisa bergabung dengan AC Milan.
Sebagai bentuk tekanan agar transfernya segera terwujud dengan AC Milan, Ardon Jashari kembali tidak diikutsertakan dalam skuad Club Brugge.
Ia absen dalam pertandingan persahabatan hari ini dan kecil kemungkinan akan kembali bergabung latihan pada hari Senin.
Aksi ini menunjukkan betapa besar hasrat sang gelandang untuk segera pindah ke San Siro, bergabung dengan AC Milan.
Apa daya, AC Milan tampak begitu lambat.
Ttetap teguh pada tawaran mereka, berharap bahwa negosiasi dengan Club Brugge akan segera mencapai titik temu.
Apakah AC Milan akan berhasil mendatangkan Ardon Jashari atau harus mencari target lain? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic