Jumlah ini merupakan akumulasi kontrak hingga 10 tahun kedepan mengingat per tahun Puma sepakat meberi 100 Juta Pound.
Kesepakatan anyar ini menjadikan kontrak jersey Manchester City dengan Puma sebagai yang terbesar dalam sejarah Premier League.
Kontrak jersey Manchester City dan Puma dimulai sejak musim 2019/20. Awalnya bernilai £65 juta per musim, namun kini diperbarui hingga musim 2034/35 dengan nilai mencapai £100 juta per tahun.
Kontrak jersey Manchester City dengan Puma ini tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga memperkuat fondasi komersial dan identitas klub.
“Kami berkolaborasi dengan PUMA dengan ambisi untuk menantang diri sendiri dan melampaui ekspektasi. Kami telah mencapai hal ini dan lebih dari itu dalam enam musim terakhir,” ujar Ferran Soriano, CEO City Football Group, Senin (15/7).
Soriano menambahkan bahwa kolaborasi City dan Puma telah menghasilkan berbagai momen bersejarah, termasuk treble winner musim 2022/23.
“PUMA telah terintegrasi dengan mulus ke dalam organisasi kami, dan kami telah menikmati banyak momen bersejarah bersama, melibatkan penggemar di seluruh dunia,” lanjutnya.
Arthur Hoeld, CEO Puma, juga menyoroti betapa suksesnya kolaborasi ini dari sisi performa dan pemasaran. Ia menyebut kesuksesan komersial Manchester City dan Puma sebagai alasan kuat di balik nilai besar kontrak ini.
“Kemitraan PUMA dengan Manchester City telah menjadi kesuksesan besar baik di dalam maupun di luar lapangan,” kata Hoeld.
“Trofi, panggung yang sempurna untuk produk kinerja kami, dan kesuksesan komersial yang luar biasa.”
Kontrak jersey Manchester City dan Puma ini dipastikan akan mendongkrak performa bisnis dan pemasaran kedua pihak hingga satu dekade ke depan.
Manchester City dan Puma berharap perpanjangan kontrak ini menjadi pijakan baru bagi The Citizens menuju musim kompetisi yang lebih bergairah di bawah arahan Pep Guardiola, meski musim lalu performa tim sedikit merosot.
Editor : Redaksi Lombok Post