LombokPost - Jelang libur musim panas MotoGP 2025, peringkat pabrikan kembali disorot.
Sejak akhir musim 2024, banyak pabrikan mengalami perubahan signifikan, dengan Ducati yang terus menegaskan dominasinya di kelas utama.
Sistem konsesi, yang menilai performa tiap pabrikan selama dua paro musim, menunjukkan bagaimana Ducati masih berada di Peringkat A, sementara Honda dan Yamaha perlahan tapi pasti menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.
Ducati Tetap Kokoh di Peringkat A
Ducati masih menjadi pabrikan yang sulit ditandingi di MotoGP 2025.
Setiap kemenangan Grand Prix, kecuali dua, serta dominasi mereka di Tissot Sprint semakin memperkuat posisi mereka sebagai pemimpin di papan peringkat.
"Ducati tetap menjadi tolok ukur dalam MotoGP," ungkap analis MotoGP dilansir dari motogp.com.
Pabrikan asal Borgo Panigale ini terus mempertahankan posisinya di Peringkat A, tanpa tambahan wildcard, spesifikasi mesin yang dibekukan, dan tes terbatas yang sudah mereka nikmati sejak sistem konsesi diterapkan.
Tidak Ada Pabrikan di Peringkat B
Menariknya, tak ada pabrikan yang berhasil memasuki Peringkat B pada tahun 2025.
Baca Juga: Silly Season MotoGP 2026 Mulai Panas, Perebutan Kursi Kian Sengit
Hal ini disebabkan oleh performa luar biasa Ducati yang membuat peluang pabrikan di bawahnya untuk naik ke posisi B semakin tipis.
Bahkan, sejak diperkenalkannya sistem konsesi, tidak ada satu pun pabrikan yang berhasil menembus Peringkat B.
Aprilia dan KTM Bertahan di Peringkat C
Aprilia dan KTM masih bertahan di Peringkat C. Aprilia, meskipun berhasil meraih kemenangan di 2025, harus berjuang keras untuk mempertahankan posisinya.
Pembalap utama seperti Marco Bezzecchi menjadi andalan, meski kehilangan Jorge Martin di paro pertama musim.
KTM, yang mengandalkan Pedro Acosta, juga mempertahankan performa konsisten mereka, meski dengan dua kali podium di Brno, mereka belum cukup untuk merangsek ke posisi lebih tinggi.
Honda dan Yamaha: Kemajuan Meskipun Tetap di Peringkat D
Sementara itu, Honda dan Yamaha menunjukkan progres yang cukup signifikan, meskipun keduanya masih terjebak di Peringkat D.
Kedua pabrikan ini mengalami akhir musim 2024 yang sulit, namun kini menunjukkan hasil yang lebih baik.
Honda meraih kemenangan di GP Prancis berkat Johann Zarco, sementara Yamaha memiliki empat pole position dan podium bersama Fabio Quartararo.
Meski berada di peringkat yang lebih rendah, pencapaian ini menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Sistem konsesi memberikan keuntungan berupa pengujian tanpa batas dan kesempatan untuk melakukan pengembangan lebih lanjut.
Bagi Honda dan Yamaha, sistem ini adalah peluang emas untuk kembali ke puncak.
Sistem Konsesi di MotoGP: Menyeimbangkan Kompetisi
Sistem konsesi dirancang untuk memberi kesempatan bagi pabrikan yang sedikit tertinggal untuk mengejar ketertinggalan dengan memberikan akses lebih banyak pada tes dan pengembangan.
Penempatan pabrikan dalam Peringkat A hingga D berdasarkan persentase poin yang diperoleh menentukan manfaat yang mereka terima, mulai dari jatah wildcard hingga upgrade aero dan pengujian lebih banyak di sirkuit-sirkuit yang berbeda.
Dengan peringkat yang terus diperbarui setiap paro musim, kita akan melihat apakah Honda dan Yamaha dapat memanfaatkan konsesi ini untuk kembali bersaing dengan Ducati yang saat ini masih sangat dominan.
Berikut adalah apa yang didapatkan setiap pabrikan di setiap peringkat: