Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PT Dharma Lautan Utama Beri Dukungan Transportasi Bagi Atlet FORNAS VIII di NTB

Hamdani Wathoni • Rabu, 30 Juli 2025 | 09:07 WIB
BERIKAN KETERANGAN: Kancho Soengging, Founder & Chairman Dai Kyokushin Karate Indonesia (DKKI) didampingi Senpai Tunggul Aryo W Ketua Umum DKKI dan Shinhan M Mahmoed ketua dewan guru DKKI.
BERIKAN KETERANGAN: Kancho Soengging, Founder & Chairman Dai Kyokushin Karate Indonesia (DKKI) didampingi Senpai Tunggul Aryo W Ketua Umum DKKI dan Shinhan M Mahmoed ketua dewan guru DKKI.

LombokPost – Pelaksanaan Festival Olahraga Nasional (FORNAS) VIII di NTB semarak di hampir semua lokasi venue. Salah satu inorga yakni Dai Kyokushin Karate Indonesia (DKKI) mengapresiasi pelaksanaan FORNAS. Sejauh ini, mereka mengaku ajang ini berjalan sangat baik sesuai harapan.

”Saya melihat pelaksanaan FORNAS di NTB ini sangat bagus. Dari pihak penyelenggara KORMI juga situasi sangat kondusif,” jelas Kancho Soengging, Founder & Chairman Dai Kyokushin Karate Indonesia Sekaligus Komisaris & Owner Dharma Lautan Utama Holding.

Pelaksanaan FORNAS ke-8 di NTB menurutnya melebihi ekspektasinya. Suasana begitu hidup tidak hanya di kalangan peserta atau karateka tetapi juga penonton yang datang menyaksikan di GOR 17 Desember. ”Suasana begitu hidup antara peserta dan penonton. Ini yang kita cari,” cetusnya.

Meski dengan keterbatasan anggaran, menurutnya hal itu tidak menjadi penghalang bagi semua peserta merasa senang mengikuti FORNAS di NTB. Sebagai bentuk dukungan terhadap Fornas ini, PT Dharma Lautan Utama memberikan dukungan transportasi bagi peserta FORNAS ke-8 DKKI di NTB,

”Kita harus saling mengisi dan memberikan dukungan,” tegasnya. 

Sementara Senpai Tunggul Aryo W  Ketua Umum Dai Kyokushin Karate Indonesia didampingi Shihan M. Mahmoed Ketua Dewan Guru Dai Kyokushin Karate Indonesia mengatakan FORNAS ke-8 DKKI di NTB menjadi hari bersejarah bagi pihaknya. ”Karena kami perguruan baru yang berdiri tahun 2022 dan ini pertama kali Fornas bagi kami dan itu di NTB,” ungkap Senpai Tunggul.

Namun dia menyampaikan jika pihaknya terkendala keterbatasan kuota karena antusias yang tinggi bagi karateka di masing-masing daerah. Sebagian besar anggota DKKI juga ada yang akhirnya berangkat mandiri. 

”Yang ikut Fornas di NTB ini ada 10 provinsi terbagi menjadi 18 kelas dengan peserta 162 karateka. Seharusnya bisa lebih besar. Karena keterbatasan dana KORMI di daerah masing-masing sehingga dibatasi,” paparnya.

DKKI dipaparkannya sudah ada di 15 provinsi dengan cabang dojo tersebar di 98 tempat. Sayangnya, ada beberapa daerah yang tidak bisa berangkat karena keterbatasan anggaran. ”Harapan kami Fornas 2027, Kormi bisa menampung antusias karateka bisa berangkat,” ucapnya. 

Secara khusus dia memberi catatan jika FORNAS di NTB sudah berjalan baik. Setiap jadwal di venue ini tidak ada yang tabrakan. Kalaupun ada catatan fasilitas itu disebutnya minor. ”Sejauh ini sudah sangat baik,” pujinya.

JADI KAWAN: Cantika Oktalianiz bersama Elmeyra Aghna Vania usai bertanding di ajang FORNAS DKKI di GOR 17 Desember Mataram.
JADI KAWAN: Cantika Oktalianiz bersama Elmeyra Aghna Vania usai bertanding di ajang FORNAS DKKI di GOR 17 Desember Mataram.

Cantika Oktalianiz, salah satu karateka asal Yogyakarta usai bertanding mengatakan dirinya baru pertama kali ikut FORNAS DKKI dan ini di NTB. Dia merasakan ini menjadi pengalaman Luar biasa mengesan. ”Kalah menang urusan belakangan. Saya merasa sangat senang dan mengesankan. Semoga karateka lainnya yang belum bisa datang ke depan bisa ikut Fornas,” ucap dara yang berhasil menjadi runner up di kelas senior putri bebas tersebut.

Senada dengan itu, Elmeyra Aghna Vania, peraih juara 1 di kelas senior putri bebas tersebut juga tak kalah merasa senang. Bukan hanya karena dia juara tetapi perasaan bahagia, bangga, dan syukur bercampur aduk menjadi satu.

”Saya suka dan saya happy. Itulah saya merasa bisa senang dan tersenyum (meski bertarung empat ronda),” akunya.

Untuk menjadi juara yang dibutuhkan adalah pengalaman. Namun menurutnya ini juga Bukan soal kalah dan menang. Saya ke sini memang senang dan bisa senang bertemu orang baru dan teman baru menjadi hal yang tak kalah bernilai. ”Terima kasih juga untuk dukungan orang tua dan keluarga yang selalu mensupport. (ton) 

 

Editor : Jelo Sangaji
#Fornas 2025 NTB #Dai Kyokushin Karate Indonesia #dharma lautan utama #DKKI