LombokPost - Amanda Anisimova, petenis berusia 23 tahun asal Amerika Serikat, memulai langkah barunya di National Bank Open 2025 setelah mengalami kekalahan telak di final Wimbledon melawan Iga Swiatek.
Kekalahan 6-0, 6-0 di final Grand Slam tersebut memang sangat mengecewakan, namun bagi Anisimova, pengalaman tersebut justru menjadi titik balik penting dalam kariernya.
Anisimova kini datang dengan mental yang lebih kuat dan siap menghadapi tantangan berikutnya, salah satunya melawan Emma Raducanu.
Terkadang, pengalaman pahit seperti ini bisa mengubah mentalitas seorang petenis.
Anisimova, yang sempat menekan Jessica Pegula di Toronto tahun lalu, bahkan menyatakan bahwa dukungan dari diri sendiri sangat penting dalam mengatasi setiap kekalahan.
"Tentu saja, dukungan dari semua orang di sekitar Anda penting, tetapi yang terpenting adalah dukungan yang Anda berikan kepada diri sendiri," ujarnya kepada wartawan setelah final di Toronto dilansir dari wtatennis.com.
Anisimova: Dari Final WTA 1000 hingga Kalah di Wimbledon
Setelah sempat membuat kejutan dengan menjadi finalis National Bank Open 2024, Anisimova merasakan tekanan besar setelah kalah 3-6, 6-2, 6-1 dari Pegula.
Namun, meskipun kalah, ia tetap mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian tersebut, mengalahkan empat pemain Top 20 dalam perjalanannya menuju final.
Ini juga mengakhiri pekan yang luar biasa bagi Anisimova, yang peringkatnya meroket dari 132 menjadi 50 besar dunia.
Kekalahan telak di Wimbledon mungkin membuatnya merasa frustasi, tetapi Anisimova menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi kekalahan tersebut.
Dalam wawancara pascapertandingan, ia mengaku gugup dan merasa "agak membeku" di lapangan. "Dia jelas menyulitkan saya. Dia pemain yang luar biasa... Dia pantas mendapatkan kemenangan ini," ungkap Anisimova dengan tulus.
Menghadapi Raducanu dengan Mental yang Lebih Kuat
Saat ini, Anisimova membawa semangat baru dan kesiapan mental untuk menghadapi lawan-lawan berat di National Bank Open 2025, termasuk duel melawan Emma Raducanu.
Setelah mengalami kekalahan telak di Wimbledon, Anisimova sadar betul bahwa ia harus lebih tangguh mentalnya dan tidak mudah menyerah.
“Ini adalah sesuatu yang sedang saya upayakan -mencoba untuk tidak terlalu kritis terhadap diri sendiri. Ini mendorong saya ke arah yang benar,” ujar Anisimova menunjukkan bahwa ia telah banyak belajar dari kekalahannya di Wimbledon.
Jika bisa tetap mempertahankan mental positif, Anisimova bisa menjadi ancaman bagi Raducanu di turnamen ini.
Editor : Rury Anjas Andita