Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rashford Kritik Man Utd: “Tanah Tak Bertuan” Setelah Pindah ke Barcelona

Ivan Mardiansyah • Jumat, 15 Agustus 2025 | 12:04 WIB

 

 

Marcus Rasford bermain untuk Barcelona dengan status pinjaman dari Manchester United.
Marcus Rasford bermain untuk Barcelona dengan status pinjaman dari Manchester United.

Lombok Post- Marcus Rashford akhirnya menyampaikan kritik Manchester United secara terbuka di podcast bersama Gary Lineker dan Micah Richards, setelah sebelumnya selalu memilih diam. Kini setelah dipinjamkan ke Barcelona, Rashford menyindir mantan klubnya itu dengan menyebut MU sebagai "tanah tak bertuan", tempat yang kehilangan arah karena tak punya rencana jangka panjang yang jelas.

Pernyataan tersebut diungkapkan Rashford dalam podcast populer "The Rest is Football". Dalam percakapan itu, Rashford blak-blakan menyebut manajemen MU terlalu reaktif, tanpa visi yang konsisten. Ia menilai klub yang telah membesarkannya itu sering berganti pelatih dan filosofi, sehingga identitas Manchester United kini makin kabur.

Rashford yang kini menjalani masa peminjaman ke Barcelona mengaku merasakan perbedaan atmosfer klub yang signifikan. Di Barcelona, menurutnya, ada arah pembangunan jangka panjang yang disepakati semua pihak. Sementara di Manchester United, ia merasa setiap musim hanya menjadi percobaan tanpa pondasi kuat. “Kami selalu bilang sedang dalam transisi, tapi sebenarnya kami tak pernah memulainya,” ucap Rashford.

Baca Juga: Ballon d'Or 2020 Masih Menghantui Lewandowski: Tahun Terbaik Saya Sia-sia

Salah satu kritik terbesarnya adalah soal pergantian manajer yang tak berhenti sejak era Sir Alex Ferguson. Rashford menilai pendekatan seperti itu hanya akan membuat klub terus terjebak dalam kebingungan strategi, tanpa ada fondasi yang kuat untuk jangka panjang. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai "tanah tak bertuan", karena semua kebijakan hanya sementara dan tidak menyentuh akar persoalan klub.

Pernyataan Rashford ini jadi yang pertama kalinya ia secara terang-terangan mengkritik manajemen MU. Sebelumnya, sebagai produk akademi dan ikon lokal, ia selalu menjaga ucapannya terhadap klub. Namun pengalaman baru di Spanyol membuka matanya tentang bagaimana seharusnya klub besar dikelola dengan visi.

Baca Juga: Satu-satunya Posisi yang Belum Pernah Menang Ballon d'Or, Apakah Akan Pecah Tahun Ini?

Tak hanya itu, Rashford juga membandingkan MU dengan Liverpool yang dianggap berhasil karena memberi waktu dan dukungan penuh pada Jurgen Klopp untuk membangun tim dalam visi yang utuh. MU menurutnya terlalu sering terburu-buru mengambil keputusan yang justru kontraproduktif. “Filosofi klub seharusnya dipegang erat, bukan diubah setiap kali pelatih datang dan pergi,” lanjut Rashford.

Kini, setelah peminjaman ke Barcelona, Rashford merasa lebih bebas menyuarakan pandangannya. Kritik terhadap manajemen MU ia sampaikan sebagai bentuk keprihatinan, bukan kebencian. Ia berharap klub yang sudah memberinya segalanya itu bisa bangkit dengan kembali pada prinsip dasar: membangun rencana jangka panjang yang konsisten.

Jika tidak, Rashford meyakini MU akan terus berada dalam "tanah tak bertuan", tanpa arah, tanpa identitas, dan terus tertinggal dari rival-rivalnya yang sudah lebih dahulu berbenah.

cristianoBaca Juga: Cristiano Ronaldo Semakin Gacor di Pramusim, Tangkas dengan Brace Lawan Almería Dekati 1.000 Gol

Editor : Siti Aeny Maryam
#Rashford #manajemen MU dan proyek jangka panjang #manchester united