Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pecco Bagnaia Meledak Usai MotoGP Austria 2025: Finis ke-8, Kesabaran Habis, Ducati Dituntut Buka Suara

Alfian Yusni • Senin, 18 Agustus 2025 | 06:38 WIB
Pecco Bagnaia benar-benar kehabisan kesabaran usai finis di posisi kedelapan pada MotoGP Austria 2025. (Foto: instagram)
Pecco Bagnaia benar-benar kehabisan kesabaran usai finis di posisi kedelapan pada MotoGP Austria 2025. (Foto: instagram)

LombokPost - Pecco Bagnaia benar-benar kehabisan kesabaran usai finis di posisi kedelapan pada MotoGP Austria 2025.

Pembalap asal Italia itu meledak dan mendesak Ducati segera memberikan penjelasan atas performa aneh motornya. .

Pecco Bagnaia mengaku tidak paham apa yang terjadi. “Sejujurnya, saya tidak tahu. Saya memulai dengan baik, tetapi lebih lambat dari pembalap di depan saya,” ujarnya kepada TNT Sports.

Ia bahkan membandingkan data musim lalu, di mana dirinya bisa 12 detik lebih cepat dan berpotensi menang.

“Rasanya aneh, sulit dijelaskan. Saya tidak konsisten, kadang tercepat di sesi latihan, tapi saat balapan malah sangat lambat,” ucap Bagnaia.

Frustrasi Pecco Bagnaia semakin memuncak. “Saya sudah melakukan semua yang Ducati minta, tapi tidak ada perubahan dan mereka tidak memberi penjelasan. Kesabaran saya hampir habis. Saya harap Ducati menjelaskannya kepada saya,” ujarnya.

Ucapan Pecco Bagnaia ini membuat MotoGP Austria 2025 penuh drama, sekaligus menyoroti performa aneh Ducati.

Pihak Ducati sendiri tak tinggal diam. General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, menyebut penampilan Bagnaia di Austria sebagai “underwhelming”.

Menurutnya, setiap balapan yang berlalu adalah kesempatan yang terbuang untuk memperbaiki performa.

Kritik itu menambah tekanan pada Pecco Bagnaia yang kini tertinggal jauh dalam klasemen MotoGP 2025.

 

Balapan MotoGP Austria 2025 sendiri dimenangi Marc Marquez yang tampil luar biasa dan mencatat sejarah kemenangan ke-1000 di kelas premier.

Fermin Aldeguer finis kedua, diikuti Marco Bezzecchi ketiga. Sementara itu, Pecco Bagnaia harus puas di posisi kedelapan setelah disalip Pedro Acosta dan Aldeguer di lap-lap akhir.

Hasil ini membuat Pecco Bagnaia semakin tertinggal di klasemen.

Kini ia berada di posisi ketiga dengan 221 poin, jauh di bawah Marc Msrquez yang kokoh di puncak dengan 418 poin. Situasi ini membuat tekanan terhadap Ducati dan Bagnaia semakin besar.

Pertanyaan besar kini muncul: apakah Ducati benar-benar bisa mengembalikan performa Pecco Bagnaia di sisa musim, atau justru drama ini akan meruntuhkan hubungan antara juara bertahan dengan tim yang membesarkannya? (***)

Editor : Alfian Yusni
#Pecco Bagnaia #MotoGP Austria 2025 #kehabisan kesabaran