LombokPost – Gelaran Kejuaraan Kota (Kejurkot) BMX Racing 2025 di Mataram tidak hanya disaksikan ribuan pasang mata. Lebih dari itu, even ini juga menjadi sorotan karena sukses menggandeng 14 sponsor sekaligus—jumlah yang jarang terjadi dalam olahraga daerah.
Ketua KONI Kota Mataram Firadz Pariska, tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya.
Di hadapan hadirin, ia memberikan apresiasi khusus kepada Ketua ISSI Kota Mataram Abd Rachman, yang dianggap punya kemampuan luar biasa dalam membangun kepercayaan sponsor.
“Biasanya, kita sulit mendapatkan sponsor sebanyak itu, tapi kali ini, berkat kepemimpinan Ketua ISSI pak Rachman, kita bisa hadir dengan dukungan sponsor yang yang sempat saya hitung 14 jumlahnya, ini patut kita syukuri,” kata Firadz, Sabtu (30/8).
Menurut Firadz, keberhasilan ISSI Kota Mataram menggandeng sponsor adalah bukti olahraga bisa tumbuh dengan kerja sama.
Panitia yang solid, pengurus yang visioner, dan sponsor yang percaya menjadikan Kejurkot BMX Racing 2025 berjalan megah.
“Ini prestasi manajerial yang harus kita apresiasi,” ujarnya.
Firadz menegaskan, dukungan sponsor bukan hanya soal pendanaan, tetapi juga menandakan olahraga BMX punya daya tarik dan prospek besar.
“BMX Racing ini terbukti bisa menggerakkan perhatian publi, tinggal bagaimana kita menjadikan event ini berkelanjutan agar atlet-atlet kita semakin terasah,” ucapnya.
Firadz juga mengutip kata bijak: “Tak ada prestasi tanpa kompetisi.”
Ia menekankan bahwa kompetisi seperti Kejurkot menjadi ruang penting untuk menumbuhkan talenta muda.
Ia bahkan menyinggung kiprah rider asal Mataram, Bagus, yang pernah menyumbang medali di PON 2012 dan 2016.
“Dengan dukungan sponsor sebesar ini, saya yakin akan lahir Bagus-Bagus baru dari Mataram. Potensi kita sangat besar,” tegasnya.
Bagi Firadz, Kejurkot BMX Racing 2025 bukti olahraga bisa menjadi kebanggaan Kota Mataram.
Bukan hanya soal medali, tetapi juga soal kepercayaan publik dan dunia usaha.
“Hari ini kita saksikan sendiri: ISSI bisa membuat olahraga BMX tidak lagi dipandang sebelah mata, sponsor datang, penonton hadir, dan atlet-atlet muda punya panggung,” pungkasnya.