LombokPost – Amanda Anisimova kembali mencuri perhatian di US Open 2025.
Amanda Anisimova memperpanjang rekor kemenangannya di turnamen Grand Slam terakhir musim ini setelah menumbangkan Beatriz Haddad Maia 6-0, 6-3, di Stadion Arthur Ashe, Senin malam waktu setempat.
Kemenangan ini menegaskan kebangkitan Anisimova di US Open 2025. Setelah perjalanan sulit pasca-final Wimbledon, Anisimova kini tampil penuh percaya diri.
“Senang sekali bisa kembali ke lapangan ini,” kata petenis Amerika unggulan ke-8 yang mencatat 27 winner dibanding hanya lima milik Haddad Maia.
Pada laga ini, Anisimova mematahkan servis Haddad Maia sejak game pertama.
Dengan servis solid dan backhand dua tangan yang tajam, ia mendominasi set pembuka.
Petenis kidal asal Brasil itu hanya mengoleksi 10 poin pada set pertama.
“Ini babak 16 besar, dan pasti akan ada rasa gugup, terutama melawan Bia yang merupakan lawan yang sangat tangguh,” ucap Anisimova.
Di set kedua, Haddad Maia sempat memberi perlawanan, tetapi Anisimova tetap memperpanjang rekor US Open terbaiknya.
Ia mengonversi enam dari 18 break point dan akhirnya menutup laga dengan gaya.
“Saya bermain sangat bebas di sini. Saya sangat menikmatinya,” lanjutnya.
Kemenangan ini membuat catatan Grand Slam Anisimova menjadi 42-22, sementara rekor musim 2025-nya membaik menjadi 35-14.
Hadiah berikutnya adalah duel panas melawan unggulan kedua, Iga Swiatek, di perempat final US Open 2025.
Laga ini jadi pertemuan kedua mereka setelah final Wimbledon, di mana Swiatek menang telak tanpa memberi satu game pun.
“Siapa sangka kami akan bertemu lagi secepat ini. Saya sangat bersemangat dan semoga kali ini akan menjadi pertandingan yang hebat,” kata Anisimova.
Swiatek sendiri merupakan juara US Open 2022 dan telah mengoleksi enam gelar Grand Slam. Pertarungan keduanya di US Open 2025 diprediksi akan menjadi salah satu laga paling ditunggu di turnamen ini.
Dengan melaju ke final Wimbledon dan kini perempat final US Open 2025, Anisimova juga tercatat sebagai petenis Amerika termuda yang menembus fase tersebut sejak Serena Williams.
Editor : Rury Anjas Andita