LombokPost - Pengurus Provinsi (Pengprov) Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) NTB telah menuntaskan seleksi ketat untuk menentukan skuad terbaik yang akan berlaga di ajang PON Beladiri 2025 di Kudus, Jawa Tengah, Oktober mendatang.
Dari hasil seleksi ini, lahir 14 atlet terbaik yang siap mengharumkan nama NTB, terdiri dari 9 putra dan 5 putri. Proses seleksi ini merupakan bagian krusial dalam mempersiapkan atlet andalan Tarung Derajat NTB menuju panggung nasional.
Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengprov Kodrat NTB, Abdul Khaer, menjelaskan bahwa seleksi kali ini difokuskan pada nomor tarung bebas perorangan putra dan putri. "Alhamdulillah, seleksi berjalan lancar. Ini menegaskan bahwa NTB memiliki potensi besar di cabang Tarung Derajat," ujarnya, Minggu (7/9).
Dari total 9 kelas putra yang dipertandingkan, 7 kelas melalui proses seleksi ketat, sementara 2 kelas lainnya otomatis diisi oleh atlet peraih medali di PON XXI Aceh-Sumut 2024.
Hal ini menjadi bukti konsistensi Tarung Derajat NTB dalam membina atlet berprestasi. Peta kekuatan atlet cukup merata, namun Abdul Khaer menyebut Kabupaten Dompu masih mendominasi, terutama di nomor putra.
"Kami sangat mengharapkan dukungan penuh dari KONI NTB agar persiapan menuju PON Beladiri 2025 bisa maksimal," tambah Khaer.
Ia juga menekankan bahwa ajang ini menjadi evaluasi penting menuju PON 2028 yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara.
Skuad Tarung Derajat NTB sektor putra hasil seleksi adalah sebagai berikut, Syafrin (Dompu) dan Ilham G (Sumbawa) di kelas 49,1-52 kg; Ibnu Hiban (Dompu) dan Walid UD (Mataram) di kelas 52,1-55 kg; Rahiman (Kota Bima) dan A Rosyid (Loteng) di kelas 55,1-58 kg; Nazmin (Dompu) dan M Iqbal (Mataram) di kelas 58,1-61 kg; Munawir (Dompu) di kelas 61,1-64 kg.
Yodi (Mataram) dan Aryo Pangeran Praja (Dompu) di kelas 67,1-70 kg; Dedi Iswari (Loteng) di kelas 70,1-75 kg; dan M. Sulthon Drajat (Dompu) di kelas 75,1-80 kg. Sementara itu, Munawir dan Dedi Iswari tak perlu ikut seleksi karena statusnya sebagai peraih medali di PON sebelumnya.
Di sektor putri, Tarung Derajat NTB juga menyeleksi atlet-atlet terbaiknya. Hasilnya, nama-nama seperti Nurul Adawiyah (Dompu) dan Anggi Aulia (Lotim) di kelas 46,1-50 kg; Ratu (Dompu) dan Putri Desmayanti (KSB) di kelas 50,1-54 kg; Novi Jayanti (KSB) dan Aprilia Puji Jagad (Loteng) di kelas 54,1-58 kg; Auri (Dompu) di kelas 58,1-62 kg; serta Arini (Sumbawa) dan Nur Naimah (Dompu) di kelas 62,1 -66 kg, menjadi tumpuan harapan medali.
Ketua Pengprov Kodrat NTB, Lalu Winengan, menegaskan potensi atlet Tarung Derajat NTB sangat menjanjikan. Ia optimistis para atlet mampu menyumbangkan medali. "Pesan saya, atlet harus bisa mengontrol emosi saat bertanding, karena itu seringkali yang membuat peluang medali hilang," tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Kodrat NTB sekaligus pelatih, Dedy Noorcholis, meminta para atlet memanfaatkan sisa waktu latihan dengan maksimal. "Persiapan harus benar-benar matang karena PON Beladiri 2025 tinggal hitungan minggu. Kita targetkan yang terbaik," pungkasnya.
Editor : Pujo Nugroho