LombokPost – Kejutan besar terjadi di Laver Cup 2025. Petenis nomor satu dunia Carlos Alcaraz harus menyerah dari wakil Tim Dunia, Taylor Fritz, dalam dua set langsung 6-3, 6-2 pada Sabtu malam (20/9) waktu setempat.
Kekalahan ini sekaligus mengakhiri catatan 13 kemenangan beruntun Alcaraz, termasuk raihan gelar US Open 2025.
Meski kembali ke puncak PIF ATP Rankings, Alcaraz menegaskan kekalahan tersebut bukan karena beban statusnya sebagai petenis nomor satu dunia.
“Tidak juga. Hari ini saya merasa harus memenangkan poin, karena dengan kondisi hari ini, dengan dua kekalahan, saya merasa harus memenangkan pertandingan saya,” kata Alcaraz dilansir dari atptour.com.
“Sedikit tekanan ekstra, karena kondisi hari ini, tetapi bukan karena saya petenis nomor 1 dunia,”sambungnya.
Fritz Lebih Agresif
Dalam laga yang berlangsung di Chase Center, Alcaraz terlihat banyak melakukan kesalahan sendiri.
Ia mencatat 19 unforced errors, sementara Fritz hanya 10. Petenis AS itu tampil agresif dan mendominasi reli sejak awal.
“Taylor memainkan pertandingan yang hebat, sangat solid, bermain agresif ketika dia bisa. Saya pikir semuanya menguntungkannya, jadi saya harus memberi selamat kepadanya,” ujar Alcaraz.
Kemenangan ini menjadi catatan pertama Fritz atas Alcaraz dalam Lexus ATP Head2Head setelah tiga pertemuan sebelumnya selalu kalah.
Hasil tersebut membawa Tim Dunia unggul 7-3 atas Tim Eropa, sebelum Alex de Minaur dan Alex Michelsen memperlebar keunggulan menjadi 9-3 lewat kemenangan ganda.
Tim Eropa Tertekan
Tim Eropa sebenarnya berharap pada Alcaraz untuk memperkecil ketertinggalan, namun bintang Spanyol berusia 22 tahun itu gagal menemukan solusi.
Alcaraz mengakui Fritz lebih unggul dalam memanfaatkan pukulan pertama dan menguasai lapangan.
“Saya merasa dia lebih banyak menguasai lapangan daripada saya. Saya pikir pukulan pertama atau kedua dari reli itu sangat penting, dan dia melakukannya jauh lebih baik,” ungkap Alcaraz.
Dengan rekor 61-7 musim ini menurut ATP Infosys Win/Loss Index, Alcaraz masih menjadi andalan utama Tim Eropa.
Editor : Rury Anjas Andita